Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Wisata Desa Hutan Mangrove Ardi Mulyo Dilirik Pemerintah Pusat, Gelontorkan Dana Rp 13 Miliar

Sejak dibuka pada tahun 2020 lalu, objek wisata hutan mangrove di Desa Ardi Mulyo, Tanjung Palas Utara, Bulungan mulai dilirik banyak pihak. Dana 13 M

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
Pengunjung saat berjalan menyusuri hutan mangrove menikmati pesona wisata alam Hutan Mangrove di Desa Ardi Mulyo, Tanjung Palas Utara, Bulungan 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Sejak dibuka pada tahun 2020 lalu, objek wisata hutan mangrove di Desa Ardi Mulyo, Tanjung Palas Utara, Bulungan mulai dilirik banyak pihak.

Tidak hanya wisatawan, objek wisata hutan mangrove seluas 5 hektar itu, kini juga mendapatkan perhatian dari Asosiasi Pengusaha Pribumi Indonesia atau Asprindo dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pengelola wisata alam Hutan Mangrove Ardi Mulyo Yosran Efendi, Sabtu (2/10/2021) lalu.

Baca juga: Mencari Ketenangan di Wisata Alam Hutan Mangrove Ardi Mulyo, Datang ke Tanjung Palas Utara Bulungan

“Aktifnya itu mulai 2020, kita jalan satu setengah tahun dan itu mulai ada penghasilan lumayan, di 2021 kemarin kita buka dua bulan kena PPKM tapi progresnya mulai bagus dan pemerintah mulai melirik,” kata Yosran Efendi.

“Banyak bantuan untuk pengembangan wisata mulai dari dinas kabupaten dan dinas provinsi,” tambahnya.

Baca juga: BRGM Targetkan Rehabilitasi Mangrove di 9 Provinsi, Gatot: Perlu Kolaborasi Bersama Semua Pihak

Yosran Efendi menjelaskan, dana sebesar Rp 13 miliar disiapkan oleh pihak pemerintah pusat untuk mengembangkan potensi wisata di desa.

Salah satunya untuk pengembangan pembangunan infrastruktur pendukung di sekitar hutan mangrove, dan pembangunan waterboom di Desa Ardi Mulyo.

Menyusuri hutan mangrove menikmati pesona wisata alam Hutan Mangrove di Desa Ardi Mulyo, Tanjung Palas Utara, Bulungan
Menyusuri hutan mangrove menikmati pesona wisata alam Hutan Mangrove di Desa Ardi Mulyo, Tanjung Palas Utara, Bulungan (TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI)

“Dan kita juga dapat bantuan dari Kementerian Pariwisata dan didampingi Asperindo kita dapat pendampingan selama 4 tahun, untuk tahun itu kita dapat alokasi Rp 13 Miliar,” jelasnya.

“Selain untuk mangrove nanti kita juga dapat untuk pengembangan waterboom di Desa Ardi Mulyo,” tambahnya.

Baca juga: Keberadaan Mangrove Penting Bagi Masyarakat Kampung Tanjung Batu, Perlu Bimbingan Menjaga Ekosistem

Yosran menuturkan, dengan adanya wisata hutan mangrove turut membantu meningkatkan perekonomian warga desa, utamanya bagi para pemuda desa.

“Kita sudah bisa menyerap tenaga kerja lokal dan anak-anak muda di desa kita mendapatkan penghasilan langsung dari wisata itu, dan kita bisa menghasilkan Rp 9 juta dan itu hanya beberapa bulan kegiatan saja,” ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya wisata hutan mangrove di Desa Ardi Mulyo, tidak hanya menambah pendapatan bagi warga desa, namun juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kelestarian hutan mangrove.

Baca juga: Peringati Hari Mangrove Sedunia, BRGM Percepatan Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat

“Sejauh ini masyarakat berkunjung untuk berwisata ya, tapi kita harapkan ini bisa menambah kesadaran masyarakat tentang pentingnya mangrove untuk jangka panjang,” tuturnya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved