Breaking News:

Liga 1

Jadwal Persib di Seri Kedua Liga 1 2021, Langsung Lawan Pemuncak Klasemen, Maung Bandung Pincang

Pada laga pertamanya di seri kedua Liga 1, Persib Bandung akan menghadapi pemuncak klasemen sementara Liga 1 Bhayangkara FC.

Editor: Amiruddin
TribunKaltara.com
Persib Bandung. (TribunKaltara.com) 

Kartu yang didapatkan tiga pemain itu akan mempengaruhi Persib Bandung di pertandingan pekan ketujuh.

Ini karena, dua pemain terkena hukuman akumulasi tiga kartu kuning.

Dua pemain itu adalah Marc Klok dan Ardi Idrus.

Klok mendapat kartu kuning ketiganya di menit ke-57.

Sebelumnya, Klok mendapat kartu kuning saat Persib Bandung menang atas Persita Tangerang 2-1 dan imbang dengan Bali United 2-2.

Sementara Ardi Idrus mendapat kartu kuning 15 menit sebelum babak kedua berakhir.

Sebelumnya Ardi Idrus mendapat kartu kuning saat menang 1-0 atas Barito Putera dan kalahkan Persita Tangerang 2-1.

Baca juga: Marc Klok Cs Mengecewakan di Liga 1, Manajemen Persib dan Bobotoh Serukan Evaluasi, Robert tak Aman?

Skuat Mentereng tapi Hasil Buruk

Pengamat sepak bola Indonesia, Supriyono Prima menilai permainan Persib Bandung Bandung di seri pertama Liga 1 2021/2022 jauh dari kata memuaskan.

Dengan komposisi skuat tim mentereng, Persib hanya mampu meraih dua kali kemenangan dan empat hasil imbang.

Supriyono Prima menilai, kekurangan Maung Bandung terletak pada kreativitas di lini serang. Hal ini, kata dia, sudah terlihat sejak Piala Menpora beberapa waktu lalu dan kini kembali terjadi.

"Saya pikir pembelian Marc Klok dan Mohammed Rashid itu hasil evaluasi ketika Piala Menpora. Tetapi kenyataannya masih deadlock juga," ujar Supriyoni kepada Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Minggu (3/10/2021).

Namun dia memahami, penampilan Persib yang belum sempurna diakibatkan oleh terhentinya kompetisi selama 1,5 tahun akibat pandemi Covid-19.

Pramusim yang seharusnya bisa menjadi tempat untuh mengasah taktik dan strategi pun tidak berjalan optimal.

"Untuk pre season itu kan paling minim empat minggu. Ini kan cuman dua minggu. Ada yang malah seminggu. Jadi kebugaran pemain pun pasti akan berpengaruh untuk bisa pelatih itu menjalankannya timnya," katanya.

Supriyono mewajarkan aksi bobotoh yang melakukan protes keras kepada Persib usai pertandingan kontra PSM Makassar, Sabtu (2/10).

Baginya, Persib sebagai klub besar dan memiliki ambisi juara akan juga mendapat tekanan yang sangat besar dari bobotoh.

"Kalau untuk level Persib wajar. Eksepktasi masyarakat terutama bobotoh tinggi wajar. Karena ini tim mengkilap duit banyak. Naturalisasi di situ berapa orang.

Enggak mau lah tim kebanggaannya dengan reputasi yang luar biasa banyak beli pemain tapi kok performanya seperti itu. Wajar sih kalau menurut saya," ucapnya.

Skuat Persib Bandung dalam laga kontra Barito Putera di BRI Liga 1 2021.
Skuat Persib Bandung dalam laga kontra Barito Putera di BRI Liga 1 2021. (TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA)

Dengan diperkuat oleh pemain berkualitas, lalu kondisi finansial yang begitu kuat, sera didukung oleh pelatih jempolan, Supriyoni menyebut sudah sewajarnya bobotoh memiliki ekspektasi tinggi.

"Artinya ada yang salah. Baik itu dari taktikalnya dari pemilihan pemain kan bisa saja.

Tinggal Robert bisa mampu menjawab gak itu tanggung jawaban coach Robert membeli pemain yang notabenenya banyak sekali orang-orang dari Belanda juga," katanya.

Baca juga: Borneo FC vs Persita, Eks Persib Bandung Bawa Pesut Etam Unggul 1-0, Iwan Sukoco Usir Irsyad Maulana

Meski tidak masalah dengan protes bobotoh, Supriyono tidak sepakat apabila manajemen Persib memutuskan untuk memecat Robert sebagai pelatih. Menurutnya, pelatih asal Belanda itu masih layak diberikan kesempatan.

"Kalau aku sih kasih waktu. Karena kan dengan situasi kompetisi panjang gak bergulir. Kan dia juga harus memilih komposisi yang terbaik. Kan dia juga harus melihat kebugaran setiap individu.

Mudah-mudahan dari beberapa match yang sudah dijalankan itu bisa menjadi evaluasi. Toh belum banyak pemain dicoba," katanya.

Walaupun diberi waktu untuk memperbaiki timnya, Supriyono mengingatkan bahwa Persib kini sudah kembali berkompetisi. Artinya, setiap pertandingan harus dimaksimalkan agar bisa menjadi juara di akhir musim.

"Kalau aku sih iyah harus sabar saja. Cuman kadang- kadang kan kalau berbicara kompetisi itu kan poin ya. Kalau sabar terus dapatnya imbang terus ya repot juga.

Artinya tim ini mengkilap tapi kok tidak sesuai dengan performa yang ada di lapangan," ucapnya.

Situasi seperti ini ternyata tidak hanya dialami oleh Persib. Beberapa tim pun saat ini sedang mendapat tekanan hebat dari para suporternya. Mereka merasa penampilan tim kesayangannya jauh dari harapan.

Terkait fenomena ini, Supriyono menilai sepak bola Indonesia sudah bukan hanya berbicara tentang industri. Namun ada gengsi yang sangat besar di dalammnya.

"Sepak bola juga sudah menjadi satu kekuatan gengsi yang luar biasa. Tidak hanya daerah tapi bagaimana presitge itu terjadi. Artinya meraka punya tim kebanggan itu tidak mau turun gak mau jelek performanya," ujarnya.

Sebenarnya, mantan pemain Timnas Indonesia itu melihat ada solusi bagi Persib ketika sulit memenangkan pertandingan. Menurutnya, rotasi menjadi jalan yang harus diambil pelatih mengingat fisik para pemain belum mencapai level tertentu.

Baca juga: Persib Dalam Masalah Jelang Lawan PSM Makassar, Wiljan Pluim dkk Bisa Ambil Keuntungan

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Tantangan Berat Persib di Awal Seri Kedua, Langsung Lawan Pemuncak Klasemen, Mantan Bisa Bikin Sakit, https://jabar.tribunnews.com/2021/10/04/tantangan-berat-persib-di-awal-seri-kedua-langsung-lawan-pemuncak-klasemen-mantan-bisa-bikin-sakit?page=all
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved