Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Kasus Asusila & Perundungan Terhadap Anak di Nunukan Masih Terjadi, Kadis DP3A Faridah Bentuk PATBM

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Nunukan, Faridah menyebut kasus Asusila dan Perundungan masih terjadi. Bentuk PATBM.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Nunukan, Faridah Aryani 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Nunukan, Faridah Aryani menyebut kasus Asusila dan Perundungan masih terjadi di Nunukan hingga saat ini.

Faridah Aryani mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan pemantauan penuh atas semua kasus terhadap kasus Asusila dan Perundungan yang terjadi pada perempuan dan anak yang terjadi di Nunukan.

Sehingga dia mengaku, lebih efektif jika dibentuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Baca juga: Rekam & Sebar Video Asusila Saat Belajar Daring Hingga Viral, Siswa SMA di Balikpapan Ditahan Polisi

"Pembentukan PATBM cukup penting, karena pencegahan dan penanganan kekerasaan harus terkonsep. Sifatnya harus menyeluruh dari hulu sampai ke hilir," kata Faridah Aryani kepada TribunKaltara.com, Selasa (05/10/2021), pukul 11.10 Wita.

Menurutnya, PATBM dibentuk dengan melibatkan relawan dari desa atau kelurahan seperti, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lain sebagainya.

Baca juga: Dua PNS Pemkot Tarakan Disanksi, Satu ASN Terlibat Kasus Asusila Diberhentikan Secara Tidak Hormat

Melalui PATBM, semua pihak yang terlibat dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada relawan dan masyarakat di daerah, betapa pentingnya melakukan perlindungan terhadap anak.

Yang dimaksud anak, kata Faridah, setiap anak sejak dalam kandungan hingga berusia 18 tahun, memiliki hak-hak dasar yang melekat dan wajib dihormati, dan dipenuhi segala hak dan kewajiban mereka.

Ilustrasi - Korban asusila
Ilustrasi - Korban asusila (KOLASE TRIBUNKALTARA.COM)

"Berikan anak hak kebebasan, mereka juga berhak mendapat hak untuk waktu bermain, lebih khusus lagi perlindungan dari kekerasan," ucapnya.

Lanjut dia," Dengan kepedulian bersama dan pengawasan komprehensif, secara otomatis kasus-kasus yang berpotensi kejahatan atau pidana terhadap anak akan turun dengan sendirinya," ujarnya.

Baca juga: Marak! Sebulan 4 Kasus Asusila Libatkan Remaja, Bupati Bulungan Syarwani Minta Orangtua Lakukan ini

Lebih lanjut Faridah sampaikan, PATBM juga akan memberikan hak paling utama untuk perlindungan terhadap kejahatan asusila atau perundungan, menjauhkan anak dari pornografi juga pengaruh NAPZA.

"PATBM juga memberikan perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum, dan perlindungan anak dari kekerasan dan eksploitasi," ungkapnya.

Untuk diketahui, akhir September 2021 terjadi sejumlah kasus yang menimpa anak dan remaja di Nunukan.

Seperti kejadian Asusila oleh ayah tiri di mes perkebunan kelapa Sawit pada 20 September 2021, atau dugaan percobaan pemerkosaan oleh tetangga di Desa Binusan pada Minggu 26 September 2021, serta tindakan perundungan di dunia maya terhadap anak yang diduga dilakukan oleh istri oknum anggota DPRD Nunukan.

(*)

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved