Berita Daerah Terkini

Lagi, Rudapaksa ke Anak Tiri Terjadi di Kutim, Korban Diancam DIbunuh, Pelaku Lakukan Selama 6 Tahun

Lagi, rudapaksa ke anak tiri terjadi di Kutim, korban diancam dibunuh, pelaku lakukan rudapaksa selama 6 tahun, saat korban berusia 9 tahun.

TRIBUNKALTARA.COM/SYIFA'UL MIRFAQO
Pelaku SN (33) yang tega mencabuli anak tirinya MR (15) selama 6 tahun setelah diamankan pihak Polres Kutai Timur. TRIBUNKALTARA.COM/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTARA.COM - Lagi, rudapaksa ke anak tiri terjadi di Kutim, korban diancam dibunuh, pelaku lakukan rudapaksa selama 6 tahun, saat korban berusia 9 tahun.

Prbuatan bejat kepada anak tiri kembali terjadi di Kabupaten Kutai Timur atau Kutim.

Ayah tiri yang seharusnya melindungi anak tirinya, melakukan rudapaksa sejak anak tiri berusia 9 tahun.

Perbuatan pelaku diketahui ibu kandung korban yang kini berusia 15 tahun, saat pelau melakukan perbuatan bejatnya kepada korban.

Baca juga: Pria Rudapaksa Anak Tiri Sejak 2020, Korban Sakit-sakitan, Alat Kontrasepsi Tertinggal Dalam Rahim

Seorang ayah berinisial SN (33) di Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur tega merudapaksa anak tirinya yang masih di bawah umur.

MR (15) sang korban, mengaku telah dicabuli oleh SN yang merupakan pengangguran selama 6 tahun, sejak MR masih berusia 9 tahun.

Kelakuan bejat SN terungkap saat istrinya melaporkan kasus asusila tersebut ke Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kutai Timur, awal Oktober 2021 lalu.

Kapolres Kutai Timur AKBP Welly Djatmoko didampingi Kasat Resktim AKP Abd Rauf melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Loewensky Karisoh, membenarkan adanya perkara pemerkosaan ini kepada media.

Kanit PPA Ipda Loewensky Karisoh mengatakan bahwa sang istri melaporkan pelaku setelah kelakuan bejat SN terbongkar saat suaminya ketahuan melakukan pencabulan di kebun kelapa sawit milik warga.

Belakangan diketahui perlakuan cabul ayah tiri terhadap anak tirinya ini berlangsung sejak tahun 2015 dan baru terbongkar Oktober 2021 ini.

Lebih lanjut, Ipda Loewensky Karisoh menerangkan bahwa pencabulan itu awalnya terjadi pada siang hari saat sang anak sedang menonton televisi di rumahnya.

Baca juga: HEBOH! Oknum Kepala Dinas dan Politisi di Papua Diduga Rudapaksa 4 Siswi SMU, Polisi Beber Kronologi

Tak lama kemudian, pelaku datang mendekati anaknya dan memanfaatkan kesempatan saat rumah sedang kosong untuk berbuat cabul terhadap korban.

“Kebetulan rumah sedang kosong sehingga ayah tirinya memanfaatkan untuk mengajak anaknya berbuat cabul," ujarnya, Selasa (5/10/2021).

Awalnya, pelaku hanya meraba-raba bagian tubuh korban namun selanjutnya memaksa korban untuk melakukan hubungan suami-istri.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved