Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Kisah Prostitusi Online Waria, Cerita Ke Satpol PP, Matikan Lampu Apartemen Ketika Ada Pelanggan

Kisah prostitusi online yang dilakukan oleh seorang waria di Jakarta, cerita ke Satpol PP saat ditangkap, matikan lampu apartemen ketika ada pelanggan

TRIBUNJOGJA/SINGGIH WAHYU NUGRAHA
Ilustrasi - Waria terjaring razia Agus Alias Renata seorang waria mengungkapkan cerita pahit dunia prostitusi online 

Untuk melancarkan upaya penyelidikan, anggota melakukan penyamaran dan memesan dua wanita yang ditawarkan atau dijual pelaku lewat WhatsApp. Selanjutnya melakukan negosiasi harga dengan pelaku. Setelah disepakati, barulah bertemu untuk transaksi.

"Transaksinya di hotel. Setelah uang diserahkan, anggota membuka penyamaran dan langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti," terang Sesa.

Dalam aksinya, pelaku menawarkan dua perempuan ke pria hidung belang dengan tarif masing-masing Rp 1.500.000.

Dimana JR mendapatkan keuntungan sedikitnya Rp 200 ribu per wanita yang ia jajakan.

"Satu wanita dia dapat Rp 200 ribu. Jadi total keuntungannya dari dua wanita itu sebesar Rp 400 ribu," urai Sesa.

Usia korban, lanjut Sesa, berkisar 24-29 tahun. Statusnya orang umum, bukan pelajar atapun mahasiswa. "Pelanggannya juga orang umum atau swasta," tandasnya.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dikurung paling lama enam tahun. Ia dijerat Pasal 2 atau Pasal 9 UU RI No 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, atau Pasal 296 KUHP atau 506 KUHP.

Baca juga: Pasutri Tega Menyekap Gadis 16 Tahun di Ramah Kos, Dijadikan PSK Dijual ke Pria Hidung Belang

Baca juga: Sempat Ikut Razia PSK, Intip Penampilan Pertama Gibran Pakai Seragam Dinas Wali Kota Solo

Sekap Gadis & Dijadikan PSK

Pasangan suami istri (Pasutri) di Ciputat, Tangerang Selatan tega menyekap seorang gadis 16 tahun di ramah kos untuk dijadikan PSK dijual ke pria hidung belang.

Kapolres Tangsel, AKBP Iman Imanuddin saat dikondirmasi media membenarkan kabar adanya penyekapan seorang gadis di bawah umur.

Kini, aparat Kepolisian Resor (Polres) Tangsel sudah menangkap dan mengamankan pelaku penyekapan anak baru gede (ABG) di rumah kos tersebut.

"Sudah diamankan di Polres tersangkanya. Iya pasangan suami istri, " katanya saat dikonfirmasi pada Senin (31/5/2021).

Diberitakan sebelumnya, gadis berinisial A (16) menjadi korban penyekapan dan penganiayaan di rumah kos yang berada di kawasan Jalan Juanda, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Baca juga: Patroli Tahun Baru 2021, Satpol PP Tarakan Sempat Terlibat Cekcok dengan PSK Gegara Ini

Baca juga: Siswi SMP Dijual ke Pria Hidung Belang oleh Anak Anggota DPRD di Bekasi,Sehari Dipaksa Layani 5 Pria

Kabar penyekapan itu diungkapkan paman korban berinsial S (54) saat ditemui di kediamannya beralamat di daerah Jombang, Ciputat, Kota Tangsel.

Menurutnya, peristiwa penyekapan korban sudah diketahui pihak keluarga, saat gadis tersebut mengabarkannya kepada kakak kandungnya.

"Dia mengasih kabar kepada sih Elsa ponakan saya. Kemudian dicari tuh alamatnya. Enggak tahunya alamatnya ada di belakang BCA Ciputat.

Ditelusuri ketemu ada sih A di sana berada di dalam kos-kosan," katanya saat ditemui di lokasi, Ciputat, Senin (31/5/2021).

S menyatakan setelah mendapati kabar tersebut pihaknya langsung mendatangi lokasi tersebut dan menemui pelaku penyekapan dan penganiayaan.

Baca juga: Ramalan Zodiak Selasa 1 Juni 2021, Virgo Bersikaplah Kepala Dingin, Scorpio Berada Posisi Terendah.

Saat itu pula terjadi cekcok keluarga dengan pelaku, hingga didapatinya kondisi korban yang berada di dalam lemari kamar kosan tersebut.

"Mulanya sempat bilang tidak ada A. Ternyata sempat diumpetin di dalam lemari. Itu kejadiannya malam sekitar jam 10 atau 11 (Sabtu, 29 Mei 2021-red). Wajah A lebam."

"Sempat disambit pakai batu juga, untungnya tidak kena. bibirnya berdarah. Namun takutnya hidungnya patah, tapi saya belum tahu hasil visumnya," katanya.

Saat ini korban bersama keluarga tengah menjalani pemeriksaan di Mapolres Tangsel guna pengungkapan kasus tersebut.

Kapolres menjelaskan, kedua tersangka berinisial FM dan BS berstatus suami istri ditangkap setelah korban dan keluarga melaporkan insiden tersebut ke Mapolres Tangsel.

Baca juga: Orang Dekat Nadya Mustika Miris dan Kecewa, saat Tahu Perlakuan Rizki DA Layangkan Talak Cerai

"Baru diamankan tadi sore, masih kita periksa. Diamanin dua (suami istri-red) itu," katanya saat dikonfirmasi, Kota Tangsel, Senin (31/5/2021).

Kapolres menjelaskan pihaknya saat ini masih melakukan penyidikan terhadap kedua pasutri tersebut.

Dari hasil penyelidikan sementara, penyidik kepolisian menduga kejadian itu terkait Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO).

"Awalnya sih jual anak (korban-red) itu sudah berlangsung, sudah beberapa kali. Kalau saya dapat laporan itu berkaitan dengan itunya saja, penjualan si anak itu, eksploitasi seks lah, dijual diri ya. Kita kenakan TPPO," pungkasnya.

Dipaksa layani pria hidung belang

Baca juga: Purna Tugas, Mantan Wabup Nunukan Faridil Murad Bakal Kembali Geluti Usaha Konstruksi & Lakukan ini

Paman korban, S (54), menceritakan, pada Sabtu (29/5/2021), A diam-diam menghubungi kakaknya via pesan singkat media sosial, menggunakan ponsel milik pria hidung belang yang harus dilayani.

Sang kakak bersama ayahnya langsung menggeruduk indekos sesuai petunjuk A, di kawasan Jalan Ir Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel).

"Katanya ada yang ngasih kabar, sama ponakan saya si EL, akhirnya dicari tuh alamatnya, dikasih tahu di belakang BCA Ciputat saja," ujar S di kediamannya, Minggu (31/5/2021).

Saat sang ayah membuka pintu, A disekap di dalam lemari, dan pelaku yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) bersembunyi di balik pintu.

Belakangan diketahui, pasutri tersebut berinisial FM (istri) dan BS (suami).

S mengatakan, A, keponakannya hendak dibawa ke suatu tempat, masih berkaitan dengan penjualan orang.

Baca juga: Polres Kubar Bongkar Kasus Pemalsuan Dokumen Rapid Test Atigen di Kutai Barat, Pelakunya Pasutri 

Sang ayah juga melaporkan pasutri yang menyekap dan menjual anaknya itu ke Polres Tangsel.

S mengungkapkan, keponakannya sudah jarang pulang sejak habis lebaran, atau pertengahan Mei 2021.

"Dia (korban) tuh jarang pamit, enggak pernah pamit. biasanya dia pergi enggak pulang-pulang, bilangnya beli bakso, perginya diam-diam," ujarnya.  (TribunJakarta.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Siasat Waria Biar Kencan Tidak Dibatalkan Calon Pelanggan: Matikan Lampu di Kamar

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pasutri di Ciputat Sekap ABG di Lemari, Dijadikan PSK, Dijual ke Pria Nakal Lewat Medsos

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved