Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Jelang HUT Ke-9 Kaltara, Kompetisi Menyeduh Diikuti 34 Peserta, Unggulkan Produk Biji Kopi Lokal

Jelang HUT ke-9 Kaltara, kompetisi menyeduh diikuti 34 peserta, sekaligus upaya unggulkan produk biji kopi lokal.

TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI
Sambut HUT Ke-9 Kompetisi Kaltara Menyeduh 2021 terselenggarakan di Hotel Luminor Tanjung Selor, Kalimantan Utara Senin (11/10/2021) (TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI). 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Jelang HUT ke-9 Kaltara, kompetisi menyeduh diikuti 34 peserta, sekaligus upaya unggulkan produk biji kopi lokal.

Sambut HUT Ke-9 Kaltara, Kompetisi Kaltara Menyeduh 2021 terselenggarakan di Hotel Luminor Tanjung Selor, Kalimantan Utara Senin (11/10/2021) mencapai 34 peserta.

"Kaltara menyeduh kita bagi dua sesi, ada bincang kopi, seduh kopi, kalau bincang kopi kita terbatas 55 orang, dan seduh kopi 36 orang," ungkap Ary Rifaldi selaku Pengembangan Segmen Pasar & Promosi.

Baca juga: Sempatkan Tinjau Tes CPNS & PPPK di Kaltara, Plt Kepala BKN Sebut Seleksi CASN Berjalan Baik

"Ada dari Malinau, belum sampai, dari Berau belum ada kabar juga, jadi pendaftaran sudah kita buka secara online," tambahnya.

Lebih lanjut, Biji kopi yang digunakan adalah biji kopi lokal Robusta Super Malinau dan disediakan oleh Bank Indonesia.

"Ini kopi yang kita angkatkan, di kedai-kedai, atau kafe-kafe di Kalimantan Utara bisa berjaya yaitu kopi robusta super itu asalnya dari Malinau," jelasnya.

Pemilik biji kopi robusta super dari Malinau diketahui bernama Adifianus Jekson serta kopi lokal tersebut merupakan kolaborasinya dengan Bank Indonesia.

"Kebetulan memang kopi robusta super ini adalah binaan dari Bank Indonesia, jadi Bank Indonesia ada binaan dengan petani kopi lokal di Kaltara," terangnya kepada TribunKaltara.com.

Baca juga: Percepat Pembangunan Ibu Kota Kaltara, Andi Hamzah: Kami Rencana Akan Membuat Panitia Khusus

Kopi lokal Robusta Super asli dari Kabupaten Malinau sudah pernah dilakukan penelitian karena memiliki nilai citarasa 85,5 persen.

"Tujuan utama kita adalah pingin mengangkat produk kopi lokal itu sendiri di Kalimantan Utara dan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah serta mensinergikan para petani kopi lokal dengan pemilik kedai kopi sama barista," pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved