Breaking News:

Berita Daerah Terkini

Korban Pungli Lurah Sungai Kapih Mengaku Kurang Mampu, Ratusan Pemohon PTSL Belum Lunasi Rp 1,5 Juta

Korban pungutan liar atau Pungli yang dilakukan Lurah Sungai Kapih Samarinda mengaku kurang mampu, ratusan pemohon PTSL belum lunasi Rp 1,5 juta.

TRIBUNKALTARA.COM/ RITA LAVENIA
Uang hasil pungli Lurah Sungai Kapih bersama makelarnya yang disita secara langsung maupun dari bank oleh Polresta Samarinda / TRIBUNKALTARA.COM/ RITA LAVENIA 

Edi Apriliansyah (54), Lurah Sungai Kapih, Kota Samarinda, Kalimantan Timur bersama rekannya, Rusli (46)  ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Samarinda.

Wakapolresta Samarinda AKBP Eko Budiarto kepada wartawan di Samarinda, Senin (11/10/2021) menjelaskan, Edi Apriliansyah menjadi dalang (otak) dari aksi pungli pengurusan Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap (PTSL).

Rekannya, Rusli yang turut menjadi tersangkan ditunjuk menjadi Koordinator PTSL.

Lurah Sungai Kapih tidak membentuk Satuan Tugas tingkat Kelurahan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Walikota Samarinda Nomor 24 Tahun 2017.

Baca juga: Saksi Lihat Asal Api dari Atap Bangunan, Kapolsek Samarinda Ulu Diduga Penyebab Korsleting Listrik  

"Jadi tersangka EA (Lurah Sungai Kapih) dan RA (makelar) ini kenal dekat. Agar tidak terlalu mencolok, semua pengurusan PTSL dilakukan oleh RA, dan EA yang mengatur di balik layar," ujar Eko Budiarto.

"Aksi (pungli) mereka sudah berjalan sejak November 2020 lalu," tambahnya.

Rilis aksi pungli yang dilakukan oleh Lurah Sungai Kapih Edi Apriliansyah bersama tersangka Rusli di Mapolresta Samarinda, Senin (11/10/2021)
Rilis aksi pungli yang dilakukan oleh Lurah Sungai Kapih Edi Apriliansyah bersama tersangka Rusli di Mapolresta Samarinda, Senin (11/10/2021) (TRIBUNKALTIM.CO/ RITA LAVENIA)

Polresta Samarinda merilis temuan dugaan pungutan liar (Pungli) pengurusan PTSL yang dilakukan oleh Lurah Sungai Kapih Edi Apriliansyah dan seorang makelar bernama Rusli, Senin (11/10/2021) sore.

Kedua tersangka dihadirkan dalam rilis tersebut. Mengenakan pakaian tahanan warna oranye, celana selutut dan sendal jepit, keduanya hanya bisa menundukan kepalanya di hadapan awak media.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Wakapolres Samarinda AKBP Eko Budiarto membeberkan, dalam aksinya kedua tersangka memasang tarif pendaftaran pengurusan PTSL Rp 100 ribu.

Baca juga: Bupati Nunukan Berikan Surat Peringatan ke Oknum PNS yang Lakukan Pungli: Itu Bukan Tugas Mereka

Sedangkan untuk biaya berkas PTSL dikenakan tarif Rp 1,5 per kavling atau seluas 200 meter persegi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved