Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Wajib Miliki Ijin Edar, Produk Pangan Skala Rumahan di Malinau Harus Kantongi Rekomendasi Dinkes

Wajib miliki ijin edar, produk pangan skala rumahan di Malinau harus kantongi rekomendasi Dinkes Malinau.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TribunKaltara.com/Mohammad Supri
Ilustrasi, Produk pangan produksi rumah tangga dijajakan di Pasar Kuliner Pro Sehat Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. (TribunKaltara.com / Mohammas Supri) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Wajib miliki ijin edar, produk pangan skala rumahan di Malinau harus kantongi rekomendasi Dinkes Malinau.

Pelaku usaha produk pangan industri rumah tangga diwajibkan mengantongi sertifikat produksi pangan rumah tangga atau SP-PIRT.

Ijin edar produk pangan rumah tangga diperlukan sebagai bukti kelayakan produk untuk diedarkan dan dipasarkan secara meluas kepada khalayak.

Baca juga: Vaksinasi Pengaruhi Leveling PPKM, Polres Malinau Jadwalkan Distribusi 2 Ribu Dosis Vaksin Sinovac

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Malinau, John Felix Rundupadang menerangkan SP-PIRT merupakan jenis dokumen persyaratan administrasi untuk pelaku usaha produk pangan.

Sertifikat tersebut dibutuhkan sebagai persyaratan dalam mendirikan ijin usaha bagi pelaku usaha kuliner atau produk pangan skala kecil atau industri rumah tangga.

"SPPIRT ini dikeluarkan sebagai rekomendasi sebagai syarat perijinan pelaku UMKM bidang produksi pangan. Ada sejumlah kriteria penilaian, dari pelaku usaha, tempat usaha dan produknya," ujarnya, Rabu (13/10/2021).

Pada dasarnya, sertifikat produksi tersebut diperlukan untuk menjamin produk pangan industri rumah tangga aman untuk dikonsumsi dan diedarkan di pasaran.

John Felix Rundupadang menerangkan, pemohon terlebih dulu diwajibkan mengikuti penyuluhan keamanan pangan atau PKP.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 Masih Rendah, Kadis Kesehatan Malinau Sebut Pengaruhi Level PPKM

"Pemohon harus mengikuti pelatihan berdurasi 30 jam. Kemarin kita adakan bersama BPOM secara virtual. Setelah mereka lulus baru layak mendapatkan rekomendasi," katanya.

Selain standar kompetensi pelaku usaha, ada pula penilaian kelayakan tempat usaha. Dinas Kesehatan akan memeriksa kelayakan, mulai aspek kebersihan hingga kelayakan fasilitas olahan.

Saat ini, pelaku usaha dilatih secara berkelompok di bawah naungan asosiasi UMKM Malinau. Menurutnya, sejauh ini sejumlah pelaku usaha industri pangan rumah tangga tersebut telah tersertifikasi.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved