Breaking News:

Liga 1

Adu Taktik Pelatih Eropa di Laga Persija vs Arema FC, Sempat Merana di Pekan Awal Liga 1

Jangan lewatkan duel Persija vs Arema FC, adu taktik pelatih Eropa, Angelo Alessio dan Eduardo Almeida, sempat merana di pekan awal Liga 1.

TribunKaltara.com
Persija vs Arema FC. (TribunKaltara.com) 

Ada sejumlah alasan yang akhirnya membuat Carlos Fortes yang menjadi pilihan Eduardo Almeida untuk Arema FC musim ini.

Pemain berusia 26 tahun itu, kata Eduardo Almeida, merupakan pilihan terbaik dari yang tersedia di bursa transfer.

Musim lalu Carlos Fortes bermain untuk klub Liga 2 Portugal, Vilafranquense.

Tampil dalam 25 laga, Carlos Fortes mencetak dua gol.

"Kami putuskan memilih Carlos setelah menganalisa.

Dia punya kualitas, terbaik dari pilihan yang ada.

Terpenting dia mau bermain di sini, dan ingin bantu tim ini," ungkap Eduardo Almeida.

Carlos Fortes juga tergolong pemain dengan tipe versatile favorit Eduardo Almeida.

"Dia ini pemain versartile, bisa main di semua posisi lini depan.

Bukan cuma sebagai penyerang tengah, tapi bisa di sayap kanan maupun kiri," tutur pelatih asal Portugal itu.

Perburuan Eduardo Almeida pada pemain-pemain berkebangsaan Portugal atau yang bersinggungan dengan Portugal diawali dengan perekrutan kiper Adilson Maringa dari UD Vilafranquense.

Adilson Maringa datang lebih awal ke Arema FC bersama gelandang Jepang Renshi Yamaguchi, sebelum manajemen memperkenalkan Carlos Fortes dan Sergio Silva.

Meskipun Adilson Maringa berasal dari Brasil, namun koneksi Portugal disinyalir membuat Eduardo Almeida meminangnya.

Sebelumnya, Eduardo Almeida telah mengumpulkan data kiper asal Brasil dengan mengikuti Super League dan liga duanya Portugal.

Iapun berani menjawab keraguan Aremania pada Adilson Maringa yang diketahui sebelumnya adalah pemain UD Vilafranquense, klub Liga 2 Portugal yang terdegradasi ke Liga 3.

Bagi Arema FC, Adilson Maringa merupakan kiper pilihan dari beberapa kandidat kiper yang akan direkrut.

Eduardo Almeida menegaskan agar semua pihak jangan meremehkan Adilson Maringa.

"Memang dalam kondisi klub sebelumnya terdegradasi itu tidak begitu menguntungkan."

"Tapi dia (Adilson Maringa, red) ke sini untuk membuktikan bahwa dia layak membantu tim ini agar lebih baik lagi khususnya di posisi kiper," kata Eduardo Almeida, Rabu (23/6/2021).

Nama pemain asing terakhir yang didatangkan Arema FC adalah Sergio Silva.

Sergio Silva datang ke Arema FC sebagai pemain asing yang keempat, menggenapi slot pemain asing untuk Liga 1 2021.

Baca juga: Khawatirkan Permainan Macan Kemayoran, Tak Hanya Sindir, Jakmania Kirim Karangan Bunga untuk Persija

Persija Rasa Italia

Di kubu Persija Jakarta, Macan Kemayoran musim ini bernuansa Italia.

Persija Jakarta kini dilatih pelatih asal Italia, Angelo Alessio, yang memiliki reputasi mentereng bersama Juventus dan klub Liga Italia lainnya.

Sabung akbar Macan Kemayoran vs Singo Edan ini akan digeber pada Minggu (17/10/2021).

Jelang pertandingan ini, ada baiknya menyimak riwayat singkat pelatih Angelo Alessio.

Pelatih kelahiran Italia, 29 April 1965 itu ditunjuk sebagai pelatih kepala Persija Jakarta sejak 10 Juni 2021.

Sebelumnya, Angelo Alessio kenyang pengalaman menjadi asisten pelatih ternama sekaligus legenda Italia, Antonio Conte.

Kariernya sebagai pesepak bola profesional dimulai dari klub Serie A, Avelino pada tahun 1984, sebelum akhirnya gabung tim besar Juventus pada tahun 1987 hingga 1992.

Gelar ganda, juara Coppa Italia dan Piala UEFA diraihnya pada tahun 1990.

Selepas dari Juventus, Angelo Alessio hengkang ke klub Serie A lainnya, Bari, Cosenza di Serie B, dan kembali ke Avellino yang membesarkan namanya.

Angelo Alessio mengakhiri karier sepak bolanya pada tahun 1998 usai mengakhiri kontrak di Modena.

Karier kepelatihan Angelo Alessio bermula dari Napoli, menjabat sebagai pelatih tim junior sebelum diangkat sebagai asisten pelatih tim utama pada tahun 2002.

Sebelum ke Persija Jakarta, jalan panjang berliku ditempuhnya di klub maupun level tim nasional.

Pada tahun 2004 hingga 2008, Angelo Alessio menjajal jabatan sebagai pelatih kepala sejumlah klub Serie C2, mulai dari Imolese, Massese, hingga SPAL.

Potensinya sebagai pelatih mulai tercium saat ikut menjadi asisten pelatih Antonio Conte membawa Siena promosi ke Serie A pada tahun 2010.

Prestasi itu membawanya bersama Conte kembali ke Juventus, tim tempatnya pernah bermain dulu.

Bersama Si Nyonya Tua, tiga gelar scudetto Serie A dan dua Piala Super Italia dibukukannya sebagai asisten pelatih sepanjang tahun 2011-2014.

Setelah sempat menjadi pelatih caretaker pada Oktober hingga Desember 2012, Angelo Alessio kembali mengikuti jejak Antonio Conte yang diangkat sebagai pelatih Timnas Italia pada tahun 2014-2016.

Usai Euro 2016, saat Conte menjabat sebagai pelatih Chelsea, Angelo Alessio pun ikut mencicipi atmosfer Liga Premier Inggris.

Jabatan sebagai pelatih kepala kembali diembannya lagi saat berpisah dengan Antonio Conte dan menerima pinangan klub Liga Utama Skotlandia, Kilmarnock pada tahun 2019.

Setelah timnya finish di peringkat kelima klasemen akhir, kontrak Angelo Alessio tak diperpanjang.

Selain Angelo Alessio, Persija Jakarta juga diperkuat Marco Motta asal Italia.

Fullback kanan asal Italia ini pernah bermain untuk Juventus, Genoa, maupun AS Roma.

Kehadirannya di Persija Jakarta membawa mentalitas juara bagi skuad Macan Kemayoran yang pada Piala Menpora 2021 lalu berhasil keluar sebagai juara.

(*)

Berita tentang Liga 1

Artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com dengan judul Persija Vs Arema FC Bakal Diselimuti Aroma Italia dan Portugal, Reuni 2 Pelatih Berdarah Eropa, https://suryamalang.tribunnews.com/2021/10/14/persija-vs-arema-fc-bakal-diselimuti-aroma-italia-dan-portugal-reuni-2-pelatih-berdarah-eropa?page=all.
Penulis: Eko Darmoko | Editor: Eko Darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved