Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Bupati Bulungan Syarwani Sebut Pemekaran Wilayah Tanjung Selor Bertahap: Minimal Ada 4 Kelurahan

upati Bulungan Syarwani, bersama jajaran di ASN Tingkat 1 di lingkungan Pemkab Bulungan untuk pemekaran wilayah Kecamatan Tanjung Selor bertahap.

TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI
Bupati Bulungan Syarwani (14/10/2021). 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Bupati Bulungan Syarwani, bersama jajaran di ASN Tingkat 1 di lingkungan Pemkab Bulungan untuk pemekaran wilayah Kecamatan Tanjung Selor menjadi beberapa kecamatan, kelurahan masih dilakukan secara bertahap.

Diketahui untuk pembentukan sebuah kecamatan baru merupakan salah satu syarat terbentuknya Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Tanjung Selor.

“Untuk pembentukan kelurahan dan kecamatan belum ada progres dan masih berproses, apalagi ini harus dimulai dari tingkat bawah seperti pemekaran Rukun Tetangga (RT), Kelurahan hingga pembentukan kecamatan baru,” ungkapnya, Kamis (14/10/2021).

Baca juga: Percepatan Pembangunan Kota Baru Mandiri dan Bahas DOB Tanjung Selor, Tim Kemendagri Datangi Kaltara

Lebih lanjut, saat ini Syarwani masih mempersiapkan syarat fisik pembentukan kelurahan yang dimulai dari pembentukan RT, RW yang kebijakannya dijalankan oleh pemerintah kecamatan sebelum target pada tahun 2022 mendatang dapat terealisasi 1 kecamatan baru.

“Syarat untuk membentuk kecamatan itu minimal harus ada 4 kelurahan, kalau progres untuk pembentukan RT baru sudah berjalan dan kita masih menunggu hasilnya,” ujarnya.

Baca juga: Singgung Soal Daerah Otonomi Baru, Bupati Nunukan Asmin Laura Sebut DOB Menunggu Pemerintah Pusat

Syarat lainnya yang harus terpenuhi, yakni luas wilayah tidak berubah dan tersedianya sarana prasarana yang memadai untuk berjalannya pemerintahan kelurahan.

Dijelaskannya, untuk memenuhi syarat fisik kelurahan baru, Pemkab akan mulai pemekaran kelurahan dari Kelurahan Tanjung Selor Hilir dimekarkan jadi 6 kelurahan, Kelurahan Tanjung Selor Timur (dua Kelurahan), dan Kelurahan Tanjung Selor Hulu (1 kelurahan).

Ketua DPRD Bulungan Kilat Bilung saat menyerahkan nasi rasul kepada Bupati Bulungan Syarwani, tampak pula Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala menyerahkan nasi tumpeng kepada Mantan Bupati Bulungan Budiman Arifin dalam Perayaan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Bulungan dan Hari Jadi ke-231 Kota Tanjung Selor, Selasa (12/10/2021) (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI)
Ketua DPRD Bulungan Kilat Bilung saat menyerahkan nasi rasul kepada Bupati Bulungan Syarwani, tampak pula Wakil Bupati Bulungan Ingkong Ala menyerahkan nasi tumpeng kepada Mantan Bupati Bulungan Budiman Arifin dalam Perayaan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Bulungan dan Hari Jadi ke-231 Kota Tanjung Selor, Selasa (12/10/2021) (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI) (TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI)

“Yang berproses dengan baik itu pemekaran wilayah Kelurahan Tanjung Selor Hilir, kendala yang kita hadapi saat ini, ada wilayah yang akan digabungkan untuk jadi kelurahan itu berstatus desa dan ini perlu pendekatan dengan warga atau pemerintah desa setempat,” tegasnya.

Ada 6 desa yang masih berada di wilayah Tanjung Selor seperti Desa Jelarai, Tengkapak, Apung, Kilometer 9 Desa Bina Rahayu dan Kilometer 57 yang berada dalam administrasi wilayah Desa Binai.

Baca juga: Terkendala Moratorium Pemekaran Daerah Baru, Ibau Ala Sebut Usulan DOB Apau Kayan Terhambat

“Ini perlu sosialisasi kepada mereka, apalagi Pemdes, ini memiliki anggaran untuk membangun desanya berupa dana desa dan alokasi dana desa, ini yang perlu kita pikirkan jangan sampai dana itu hilang jika dimekarkan atau status wilayahnya berubah,” bebernya.

Pada saat bersamaan TribunKaltara.com juga meminta tanggapan dari ketua Presidium Pembentukan DOB Tanjung Selor, Achmad Djufrie, bahwa ia mendesak Pemkab Bulungan, segera memenuhi persyaratan pembentukan DOB Kota Tanjung Selor yakni membentuk minimal 4 Kecamatan meski pemerintah pusat masih memberlakukan moraturium DOB.

“Kita menunggu tindakan Bupati untuk pemekaran desa dan kecamatan di Tanjung Selor. Kalau Bupati tidak melakukan itu, khawatir saat moraturium DOB dibuka, kita belum siap,” tutupnya.

(*)

Penulis : Georgie Sentana Hasian Silalahi.

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved