Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Dua Investor Minati PLTA Sungai Kayan, Ini Respons Bupati Bulungan Syarwani

Bupati Bulungan Syarwani meyakini kedatangan investor lain dalam proyek PLTA Kayan tidak akan mengganggu aktivitas proyek investasi yang berjalan.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Amiruddin
HO/ PT KHE
Ilustrasi - Desain PLTA Kayan di Kecamatan Peso, Bulungan (HO / PT KHE) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan Syarwani meyakini kedatangan investor lain dalam proyek PLTA Kayan tidak akan mengganggu aktivitas proyek investasi yang tengah berjalan.

Diketahui untuk saat ini proyek PLTA Kayan yang berjalan, dilaksanakan oleh PT Kayan Hydro Energy atau PT KHE.

Baca juga: PT KHE Khaerony Angkat Suara Jawab Pernyataan Bupati Bulungan Syarwani soal Progres PLTA Kayan Nihil

Di mana PT KHE saat ini tengah merampungkan pembangunan gudang peledak guna membangun bendungan di Kecamatan Peso Bulungan.

Selain PT KHE, dalam beberapa bulan belakangan diketahui ada juga investor asal Australia yakni Fortescue Futures Industries atau FFI yang kini berminat untuk berinvestasi di proyek PLTA Kayan.

Menurut Bupati Bulungan Syarwani, yang berwenang memberikan izin ialah pemerintah pusat.

Karenanya, Ia menyerahkan hal tersebut kepada pusat terkait adanya dua investor yang menaruh minat dalam pembangunan PLTA Kayan.

"Itu silahkan saja meskipun selama ini yang kita tahu adalah KHE, tapi regulasi itu menjadi bagian pemerintah pusat," kata Bupati Bulungan Syarwani, Kamis (14/10/2021).

"Tapi yang kita yakini, mereka ini tidak akan tumpang tindih," tambahnya.

Perihal potensi kerja sama antar kedua investor tersebut dalam membangun proyek PLTA Kayan, Bupati Bulungan Syarwani juga menyerahkan hal tersebut kepada pihak pusat.

Menurutnya, yang terpenting ialah realisasi fisik pembangunan PLTA Kayan dapat segera dimulai, agar dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

"Termasuk hal itu kewenangannya ada di pemerintah pusat, jadi izin regulasi berkaitan dengan penanaman modal tentu ada perizinan atau investasi besar kewenangannya berada di pusat," ujarnya.

Baca juga: Ditarget Beroperasi 2025, Bupati Bulungan Syarwani Sebut Pembangunan PLTA Kayan Belum Berprogres

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo direncanakan akan meresmikan green industrial park pertama di dunia di Kaltara.

Green Industrial Park ini nantinya menghasilkan produk-produk hijau yang digerakan oleh energi hijau khususnya hydro energy atau PLTA dari aliran Sungai Kayan.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved