Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Wali Kota Khairul Miliki Rencana, Masukan Nelayan Tarakan Dalam Asuransi Jaminan Kecelakaan Kerja

Wali Kota Tarakan dr Khairul, M.Kes adanya laporan kondisi nelayan yang saat ini Rencananya nelayan diberikan asuransi kecelakaan kerja.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Aktivitass nelayan pesisir Kota Tarakan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Wali Kota Tarakan dr Khairul, M.Kes menanggapi persoalan beberapa laporan kondisi nelayan yang saat ini membutuhkan perhatian dan bantuan.

Seperti belum lama ini, musibah yang dialami Sanusi, salah seorang nelayan tradisional Tarakan domisili RT 6 Lingkas Ujung.

Khairul mengatakan, Pemkot Tarakan selama ini sudah memberikan bantuan dalam bentuk peralatan.
Adapun untuk bantuan pemberian kapal lanjutnya selama ini belum pernah diberikan atau belum pernah diadakan Pemkot Tarakan.

Baca juga: Nelayan Kaltara Harapkan Ada Perlakuan Khusus untuk Kemudahan Dapatkan BBM, Beberkan Kondisi Melaut

"Belum pernah sih selama ini ya kalau bantuan kapal. Karena saya kira itu modal besar. Yang selama ini kita bantu seperti modal tangkap, bantuan navigasi, GPS hampir tiap tahun dianggarkan," ujarnya.

Termasuk juga bantuan bibit. Ia melanjutkan bantuan kapal dulunya pernah ada diberikan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Namun saat ini lanjutnya sudah tidak ada lagi.

Baca juga: Terkumpul Donasi Rp 21 Juta untuk Sanusi, Nelayan Tarakan yang Kehilangan Perahu dan Rumah

"Kalau dari kita itu tadi bantuan alat tangkap seperti jaring. Namun belum semua karena bergilir. Kita gak mungkin anggarkan semua karena nelayan kita ribuan. Jadi digilir," urainya.

Yang sudah menerima bantuan tahun ini, tahun depan tidak bisa menerima bantuan dan dialihkan kepada mereka yang belum mendapatkan bantuan.

Aktivitass nelayan pesisir Kota Tarakan.
Aktivitass nelayan pesisir Kota Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Adapun asuransi sendiri, saat ini sedang dipikirkan pihaknya seperti jaminan kecelakaan kerja.

Baca juga: Sempat Hilang Kontak, Dua Nelayan Ditemukan Selamat oleh Tim SAR Gabungan Kota Tarakan

"Dulu pusat ada sekitar 900.000 orang dapat. Sekarang stop lagi. Kita lagi menghitung kalau dari APBD. Karena pendapatan kita rilis dari Kemenkeu untuk 2022 turun lagi DBH DAU ini," pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved