Breaking News:

Berita Tana Tidung Terkini

Bupati Tana Tidung Beber Rencana Pembangunan Pelabuhan Bebatu, Targetkan Jadi Pelabuhan Nasional

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali sampaikan rencana pembangunan pelabuhan yang ada di Desa Bebatu, kepada Wakil Ketua Komite II DPD RI, Hasan Basri.

Penulis: Risnawati | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ HO-Humas KTT
Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, saat menerima kunjungan dari Wakil Ketua Komite II DPD RI, Hasan Basri di Pendopo Djaparuddin, Jumat (15/10/2021) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali sampaikan rencana pembangunan pelabuhan yang ada di Desa Bebatu, kepada Wakil Ketua Komite II DPD RI, Hasan Basri.

Dia menyampaikan, pelabuhan di Desa Bebatu ini direncanakan menjadi pelabuhan nasional.

"Sebenarnya pelabuhan di Desa Bebatu, untuk pembangunan awalnya sudah ada. Dan pembiayaannya nanti, mohon Kanda (Hasan Basri) diperjuangkan, nanti bisa lewat APBN.

Baca juga: Bertemu Wakil Ketua Komite II DPD RI di Tana Tidung, Bupati Ibrahim Ali Sampaikan Ini

Silahkan nanti bagaimana formulasinya, kami lagi melakukan kajian. Jadi mohon berbicara tentang anggarannya, bisa dianggarkan," ujarnya, Jumat (15/10/2021)

Mantan Ketua DPRD Tana Tidung itu, juga menyampaikan alasan terkait pelabuhan tersebut harus menjadi pelabuhan nasional.

Baca juga: Anggota DPD RI Hasan Basri Sebut, Sejumlah Sekolah di Malinau Rusak hingga Bocor

Dia menambahkan, Industri Hulu nantinya ada di Kabupaten Malinau. Yang mana pabrik untuk smalter dan lain sebagainya berada di Malinau.

Menurutnya, hasil pengiriman dari pabrik yang ada di Malinau itu, tidak mungkin akan dikirim ke kawasan industri dan pelabuhan internasional atau KIPI. Mengingat, jarak tempu yang begitu jauh.

Foto bersama Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali dan Wakil Ketua Komite II DPD RI, Hasan Basri beserta para tamu undangan yang hadir dalam agenda kunjunga kerja Anggota DPD RI, di Pendopo Djaparuddin, Jumat (15/10/2021)
Foto bersama Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali dan Wakil Ketua Komite II DPD RI, Hasan Basri beserta para tamu undangan yang hadir dalam agenda kunjunga kerja Anggota DPD RI, di Pendopo Djaparuddin, Jumat (15/10/2021) (TRIBUNKALTARA.COM/ HO-Humas KTT)

"Malinau-KTT saja memakan waktu hampir 1 jam setengah. Nanti dari KTT ke Bulungan hampir 3 jam, belum lagi ke Tanah Kuning. Tidak habis itu 6 jam lebih perjalanan," terangnya.

Namun, jika melalui pelabuhan yang direncanakan di Desa Bebatu, kata dia, tentunya akan memakan waktu yang cukup singkat.

Baca juga: Menteri LHK Sebut Pembebasan Lahan Pusat Pemerintahan KTT Berproses: Secepatnya, Jangan Khawatir

"Kalau dari Malinau ke KTT lewat jalur darat tembus ke Pelabuhan Bebatu itu, hanya memakan waktu sekitar 2 jam saja.

Jadi ini yang bisa kita tangkap dan harus dimanfaatkan," lanjutnya.

(*)

Penulis: Risnawati

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved