Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Cuaca Terasa Panas saat Malam Hari Dirasakan Masyarakat, Kepala BMKG Kota Tarakan Beber Sebabnya

Suhu panas yang terjadi beberapa hari terakhir cukup dirasakan masyarakat Kota Tarakan, khususnya saat memasuki waktu di malam hari.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Kondisi cuaca di Kota Tarakan dalam beberapa hari terakhir. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Suhu panas yang terjadi beberapa hari terakhir cukup dirasakan masyarakat Kota Tarakan, khususnya saat memasuki waktu di malam hari.

Kepala BMKG Kota Tarakan, M. Sulam Khilmi menjelaskan sebab kondisi tersebut bisa terjadi.
Dibeberkan M. Sulam Khilmi, seperti diketahui bahwa matahari ada gerak semu matahari.

“Jadi seolah-olah matahari bergerak ke ekuator ke utara, ke selatan dan kembali ke ekuator. Ketika matahari di daerah ekuator, sehingga menimbulkan suhu yang panas di daerah khatulistiwa,” beber M. Sulam Khilmi.

Baca juga: Cuaca di Ibu Kota Kaltara Cenderung Panas, BMKG: Faktor Posisi Matahari di Utara Garis Khatulistiwa

Lebih lanjut ia menjelaskan faktor lain yang menyebabkan kondisi terasa panas. Yakni karena kelembapan udara tidak cukup tinggi.

Ia mengatakan, akhir-akhir ini kelembaban cukup rendah sehingga awan-awan yang terbentuk tidak maksimal menjadi fenomena hujan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Tarakan Minggu 17 Oktober 2021, Hujan Lebat Disertai Petir Terjadi Malam Hari

“Sehingga udara panas yang diakibatkan diakibatkan matahari tidak sempurna dilepaskan ke atmosfer sehingga terjadi panas di malam hari,” bebernya.

Ia membenarkan kondisi di malam hari terasa sangat panas sekali. Hal itu disebabkan karena panas di siang hari tidak bisa dilepaskan.

Cuaca di Kota Tarakan hari ini, Minggu (17/10/2021) pantauan dari Kota Tarakan.
Cuaca di Kota Tarakan hari ini, Minggu (17/10/2021) pantauan dari Kota Tarakan. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

“Menurut catatan kami, hampir seminggu ini Tarakan suhunya agak tinggi di kisaran 33 -34 derajat Celcius, jadi masih berpotensi sampai beberapa hari ke depan seperti ini,” bebernya.

Namun lanjutnya, jika kelembaban udara cukup tinggi, maka akan mengurangi jumlah awan yang ada di atmosfer.
Dengan adanya hujan akan berdampak pada penurunan udara di Tarakan dan Kaltara.

Baca juga: Fenomena Gerhana Matahari Cincin 10 Juni 2021, Bisakah Diamati di Indonesia?

Untuk prediksinya sendiri, untuk beberapa hari ke depan di Kaltara, masih berpotensi terjadi hujan, tapi intensitasnya cukup rendah.

“Tapi tidak didukung kelembapan udara yang cukup kelembapan udara ini tidak cukup untuk terjadinya hujan,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved