Berita Nunukan Terkini

Malaysia Bakal Buka Lockdwon, Hal Ini yang Akan Dilakukan Pemerintah Kabupaten Nunukan 

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nunukan menyusun formula untuk persiapan Malaysia bakal membuka lockdown.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Rapat koordinasi pemerintah daerah bersama Forkopimda dan instansi vertikal mengenai persiapan pembukaan pintu perbatasan RI-Malaysia, di Kantor Bupati Nunukan, Selasa (19/10/2021), siang. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nunukan menyusun formula untuk persiapan Malaysia membuka lockdown, Selasa (19/10/2021).

Persiapan itu dilakukan melalui rapat koordinasi antara Pemda dengan instansi vertikal dalam rangka pembukaan pintu perbatasan RI-Malaysia.

Saat ditanyai mengenai kapan Malaysia mulai membuka lockdown, Bupati Nunukan Asmin Laura mengaku informasi belum ia terima.

Baca juga: Akibat Lockdown, 7 Pelajar Anak Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia Batal Ikuti ANBK di Nunukan

"Belum ada informasi mengenai itu. Tadi hanya persiapan saja, ketika Malaysia membuka lockdown ya kita harus ada persiapan," kata Asmin Laura kepada TribunKaltara.com, pukul 14.00 Wita.

Menurutnya, sejumlah persiapan perlu dilakukan, mengingat Nunukan memiliki banyak pintu masuk yang
tak resmi alias ilegal.

Baca juga: Imbas Nusa Tenggara Timur Lockdown, Penumpang Pelni di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Menurun Drastis

"Kita rapatkan secara teknis tadi untuk menghimpun saran dari Forkopimda dan instansi vertikal terkait pemulangan PMI atau WNI. Karena kadang-kadang ada yang kita tidak bisa jangkau dirasakan oleh instansi vertikal," ucapnya.

Lanjut Laura,"Sehingga kita harus rapatkan bersama untuk membuat formula yang akan kita tawarkan kepada pemerintah pusat. Menyangkut PMI atau WNI itu kewenangan pusat," tambahnya.

Rapat koordinasi pemerintah daerah bersama Forkopimda dan instansi vertikal mengenai persiapan pembukaan pintu perbatasan RI-Malaysia, di Kantor Bupati Nunukan, Selasa (19/10/2021), siang.
Rapat koordinasi pemerintah daerah bersama Forkopimda dan instansi vertikal mengenai persiapan pembukaan pintu perbatasan RI-Malaysia, di Kantor Bupati Nunukan, Selasa (19/10/2021), siang. (TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS)

Mengenai kesiapan tempat karantina untuk pelaku perjalanan dari luar negeri, Laura mengaku akan mengadopsi model karantina DKI Jakarta.

"Misalnya bekerja sama dengan salah satu hotel di Nunukan untuk karantina pelaku perjalanan dari luar negeri, seperti yang dilakukan oleh DKI Jakarta. Tapi ini untuk WNI atau WNA karena mandiri. Kalau PMI dibiayai pemerintah pusat melalui BP2MI," ujarnya.

Baca juga: 6 Desa di Tana Tidung Semi Lockdown, Satgas Covid-19 Masih Butuh Tambahan 2 Ribu Vial Vaksin

Tak hanya itu, Laura juga menginginkan pemulangan PMI atau WNI melalui satu pintu, sehingga pemeriksaan di pintu masuk dapat dilakukan secara maksimal.

"Karena pintu masuk juga ada di Sebatik. Pemeriksaan harus secara ketat dan maksimal sehingga kita harus tetapkan satu pintu masuk. Tapi nanti dirapatkan lagi mengenai itu," tuturnya.

Ditambahkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Serfianus, untuk saat ini Malaysia hanya membuka perlintasan di daerahnya sendiri.

Soal kapan pemerintah Malaysia akan membuka perlintasan resmi ke luar atau masuk negerinya, beber Serfianus belum ada.

Baca juga: Ratusan Pekerja Migran Indonesia Belum Ada Kepastian Dideportasi, Depot Imigresen Tawau Lockdown

"Belum lama ini kan Nunukan ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai salah satu pintu masuk pemulangan PMI jalur laut. Kamis nanti ada 192 orang PMI yang dipulangkan dari Malaysia. Tapi kalau untuk membuka jalur keluar masuk resmi itu belum ada," ungkapnya.

(*)

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved