Breaking News:

Opini

Katakan Tidak untuk PMKH: Tolak Aksi Contempt Of Court

Aksi contempt of court terhadap pengadilan seringkali kita temui di banyak daerah di Indonesia.

Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/ MAULANA ILHAMI FAWDI
ILUSTRASI Majelis Hakim saat memimpin sidang di PN Tanjung Selor beberapa waktu lalu. 

Oleh: Tiyo Saputra

Kader Klinik Etik dan Advokasi Fakultas Hukum Universitas Mulawarman

TRIBUNKALTARA.COM - Aksi contempt of court seringkali kita temui di banyak daerah di Indonesia.

Hakim yang notabene adalah orang yang berprofesi selaku pengawal keadilan, dengan mirisnya sering mendapatkan perlakuan yang tidak sepantasnya.

Tindakan tidak pantas yang diterima oleh Hakim biasa disebut dengan PMKH atau perbuatan merendahkan kehormatan dan keluhuran martabat Hakim.

Bahkan tidak jarang kita temui, tindakan tak pantas tersebut tak hanya dilakukan oleh pihak yang awam.

Terkadang PMKH dilakukan juga oleh pihak-pihak yang berlatar pendidikan cukup baik, dan seharusnya mengerti untuk tidak melakukan hal tersebut karena tidak pantas.

Baca juga: Divonis Enam Bulan, Iwan Setiawan Hormati Keputusan Hakim, Sebut Perkaranya Kritik Membangun

Advokasi Hakim

Peraturan Komisi Yudisial Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2013 Tentang Advokasi Hakim merupakan tameng advokasi bagi para Hakim atas PMKH yang kerap sekali terjadi.

Peraturan Komisi Yudisial Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2013 Tentang Advokasi Hakim pada Pasal 1 ayat (1) yang menyatakan bahwa “Advokasi hakim adalah kegiatan dalam rangka mengambil langkah hukum dan/atau
langkah lain terhadap orang perseorangan, kelompok orang, atau badan hukum yang merendahkan
kehormatan dan keluruhan martabat hakim.”

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved