Selasa, 12 Mei 2026

Liga Italia

Dampingi Jokowi di Roma, Erick Thohir Masih Dianggap Il Presidente, Eks Bos Inter Milan Semringah

Dampingi Presiden Jokowi saat kunjungan ke Roma, Italia, Erick Thohir masih dianggap Il Presidente, eks bos Inter Milan semringah.

Tayang:
Instagram / @erickthohir
Erick Thohir ketika mendampingi Presiden Jokowi di Italia, Senin (1/11/2021). (Instagram / @erickthohir) 

TRIBUNKALTARA.COM - Dampingi Presiden Jokowi saat kunjungan ke Roma, Italia, Erick Thohir masih dianggap Il Presidente, eks bos Inter Milan semringah.

Menteri BUMN, Erick Thohir terlihat mendampingi Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) di Roma pada Minggu (31/10/2021).

Di sela-sela tugasnya mendampingi Presiden Jokowi, ada momen unik yang dirasakan Erick Thohir di Italia.

Italia menjadi negara yang berkesan bagi Erick Thohir, lantaran ia pernah menjadi Presiden Inter Milan, klub asal Negeri Pizza.

Meski kini tak lagi punya jabatan penting di Inter Milan, Erick Thohir masih dianggap sebagai orang penting oleh publik Italia.

Tak sedikit publik Italia yang memanggil Erick Thohir sebagai Il Presdente, saat berpapasan di jalanan kota Roma.

Momen yang paling terlihat jelas, yakni saat Erick Thohir menyantap sarapan di Santa Lucia Ristorante.

"Selesai rapat, makan siang dulu di Santa Lusia, kalau ingat film Eat Pray Love. Ini Gelato Hazelnut favorit saya, mama mia," kata Erick Thohir di story Instagramnya, beberapa waktu lalu.

Usai menyantap hidangan di restoran tersebut, Erick Thohir menemui pemilik dari Santa Lucia Ristorante.

Eks Presiden Inter Milan ini memuji makanan di restoran tersebut yang menurutnya enak.

"Very famous restourant, becaouse of Santa Lusia Eat Pray and Love, my favourite restaurant in Rome, grazie, thank you, excellent," kata Erick Thohir.

Menyambut pujian tersebut, lantas para pemilik restoran itu mengucapkan terima kasih kepada Erick Thohir dengan menyebutnya sebagai Presidente.

"Grazie Presidente," kata pemilik Santa Lucia Ristorante sembari bersalaman dengan Erick Thohir.

Mantan Presiden Inter Milan, Erick Thohir. (inter.it)
Mantan Presiden Inter Milan, Erick Thohir. (inter.it) (inter.it)

Baca juga: Menang dan Clean Sheet, Inter Milan Enggan Buru-buru Fokus ke Derby della Madonnina Kontra AC Milan

Selain itu, ketika berjalan di Roma, tak jarang masyarakat setempat menyapa Erick Thohir dengan ramah dan menyebutnya Presiden.

Menanggapi hal itu, Erick Thohir pun selalu gembira ketika bertemu para pendukung Inter Milan.

"Mereka memang mengingat saya dan ketika bertemu dengan saya, mereka menyapa.

Mereka datang, menghentikan saya, dan berteriak, 'Forza Inter'," kata Erick Thohir kepada Corriere dello Sport, mengutip Kompas.com.

Bukan tanpa alasan Erick Thohir sampai saat ini masih dihormati dan dianggap sebagai orang penting oleh publik Italia.

Pendukung Inter Milan di Italia, memandang Erick Thohir sebagai sosok penting dalam sejarah klub lantaran hadir saat kondisi Nerazzurri tengah terpuruk.

Masih mencintai Inter Milan

Dalam wawancara bersama Corriere dello Sport, Erick Thohir berbicara soal bantuan dan cinta yang ia berikan kepada salah satu klub peserta Liga Italia, Inter Milan.

Iapun mengungkapkan niat awal saat mengambil alih Inter Milan usai rezim Massimo Moratti pada 2013 silam.

Berdasarkan pernyataannya, Erick Thohir ketika itu mengambil alih Inter Milan dengan niat membantu.

Pertama kali Erick Thohir datang, Inter Milan tengah dalam keadaan terpuruk di Liga Italia, baik itu prestasi maupun finansial.

"Inter Milan adalah klub terbaik di dunia, tetapi ketika saya membawa mereka pada 2013, kami berada dalam transisi penuh.

Sejak awal sudah jelas, niat saya adalah untuk membantu," kata Erick Thohir dalam rilis yang diterima KOMPAS.com, Senin (1/11/2021).

Setelah mengambil alih Inter Milan pada 2013, Erick Thohir menjual sebagian sahamnya ke Suning Group pada 2016.

Posisinya sebagai Presiden Inter Milan kemudian digantikan oleh Steven Zhang pada 2018.

Mantan Presiden Inter Milan, Erick Thohir bersama pemilik Suning. (inter.it)
Mantan Presiden Inter Milan, Erick Thohir bersama pemilik Suning. (inter.it) (inter.it)

Baca juga: Erick Thohir Akui Ada Godaan Beli Inter Milan Lagi Gegara Scudetto dan Kepergian Conte

Berselang satu tahun, Erick Thohir menjual saham minoritasnya di Inter Milan kepada LionRock.

Terkait penjualan saham pada 2016, Erick Thohir menjelaskan bahwa Suning Group berhasil meyakinkan dirinya dengan proyek ambisius dan solid untuk Inter Milan.

Terbukti, pada musim lalu, Inter Milan behasil maraih scudetto ke-19 dan mengakhiri penantian 11 tahun sejak kali terakhir menjuarai Serie A musim 2009-2010.

"Saya sangat menghormati Suning. Mereka memilih jalur investasi yang menurut mereka terbaik.

Mereka membangun platform yang berhasil meraih scudetto setelah 11 tahun," kata Erick Thohir.

Selain karena proyek ambisius yang ditawarkan Suning Group, Erick Thohir, pada saat bersamaan, juga diusulkan menjadi Presiden Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Di sela penjelasannya, Erick Thohir pun mengungkapkan kecintaannya terhadap Inter Milan.

"Pada saat yang sama, di Indonesia, saya diusulkan menjadi Presiden Komite Olimpiade.

Saya tidak lagi memiliki kemungkinan untuk mengatur waktu saya dengan baik," kata Erick Thohir.

"Jadi, saya berdiskusi dengan Moratti tentang solusi terbaik untuk klub. Kami berdua jatuh cinta dengan Inter Milan," ujar Menteri BUMN Erick Thohir.

Kecintaan Erick Thohir terhadap Inter Milan juga tampak dari perasaan gembira yang muncul setelah Nerazzurri berhasil menjuarai Serie A musim 2020-2021.

"Untuk para penggemar, untuk Steven Zhang, untuk Moratti.

Saya tahu bahwa mengatakannya seperti ini sepele, tetapi kegembiraan saya hari itu sederhana."

"Saya segera mengirim pesan kepada seorang teman, Forza Inter, kami adalah juara," ujar Erick Thohir.

Bantuan dan cinta yang diberikan Erick Thohir untuk Inter Milan sangat berarti bagi para pendukung Nerazzurri.

Lebih lanjut, terkait persaingan di Liga Italia musim 2021-2022, Erick Thohir menilai Inter Milan masih memiliki peluang.

Menurut Erick Thohir, Inter Milan berpeluang mempertahankan gelar karena memiliki tim yang tangguh, terutama di sektor pertahanan.

"Tim ini bagus. Itu perlu lebih konsisten. Pertahanan adalah salah satu yang terbaik, Alessandro Bastoni, Stefan De Vrij, Milan Skriniar, dan kemudian Nicolo Barella."

"Kami telah mencari pemain serupa di mana-mana, tetapi kami tidak pernah menemukan satu pun dengan kualitas yang sama, dan saya senang Brozovic dan Perisic masih ada di sana," ungkapnya.

(*)

Berita tentang Liga Italia

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Artikel ini sebagian telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Hadapan Media Italia, Erick Thohir Bicara Bantuan dan Cinta Inter Milan", Klik untuk baca: https://bola.kompas.com/read/2021/11/01/13400058/di-hadapan-media-italia-erick-thohir-bicara-bantuan-dan-cinta-inter-milan.
Penulis : Benediktus Agya Pradipta
Editor : Eris Eka Jaya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved