Berita Tarakan Terkini

Asyik Konsumsi Sabu, Dua Tukang Kayu dan Seorang Nelayan Dibekuk di Gudang Kayu

Tiga pelaku yang tengah asyik mengonsumsi sabu-sabu tak berkutik usai dibekuk Unit Gakum Satpolair Polres Tarakan, Sabtu (30/10/2021).

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ DOKUMEN POLAIR POLRES TARAKAN
Tiga pelaku saat dirilis oleh Kasat Polair Polres Tarakan, Kamis (3/11/2021). 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Tiga pelaku yang tengah asyik mengonsumsi sabu-sabu tak berkutik usai dibekuk Unit Gakum Satpolair Polres Tarakan, Sabtu (30/10/2021) sekitar pukul 13.30 WITA.

Ketiganya diamankan setelah terbukti mengonsumsi sabu-sabu saat tim melakukan pengecekan laporan warga yang kerap kehilangan kayu di gudang miliknya.

Dalam keterangan persnya, Kamis (3/11/2021), Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Polair AKP Kamson Sitanggang mengungkapkan, Satpolair melalui Unit Gakum membeberkan, tiga pelaku tersebut berinisial B (33) berlamat di RT 19 belakang BRI, DA (45) beralamat di RT 19 belakang BRI dan SU (40) beralamat di RT 19 belakang BRI.

Baca juga: Pelaku Pengendali Sabu 2,9 Kg Inisial R Asal Nunukan Meninggal, Saat Interogasi Masih Kondisi Sehat

Kronologis penangkapan ketiganya diungkapkan Sitanggang, Unit Gakum menerima informasi dari pemilik gudang penyimpanan kayu yang berlokasi di RT 18 Kelurahan Selumit pada Sabtu (30/10/2021) sekitar pukul 13.30 WITA.

“Gudang itu lama tidak ditempati dan tidak dijaga. Pemilik gudang berinisial S mengungkapkan ada beberapa papan sering hilang,” beber Sitanggang.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim langsung mengecek ke lokasi dan menemukan orang dalam gudang dicurigai dan langsung diamankan.

Baca juga: Pakai Jasa Pengiriman Barang, Pelaku Kirim Sabu 2,9 Kg Disimpan Dalam Ban, Satu Orang Masih Dikejar

Tiga orang yang ditemukan tim ini rupanya tengah mengonsumsi sabu-sabu. Dan langsung dilakukan pemeriksaan di TKP tim menemukan satu plastic berisi sabu-sabu berukuran 0,25 gram.

“Kami temukan juga perangkat yang digunakan mengonsumsi sabu-sabu seperti bong, pipet, silet,” bebernya.
Akhirnya tiga orang ini diamankan tim dan dibawa ke Kantor Satpolair Polres Tarakan dan dilakukan pemeriksaan.

Pelaku diamankan di Kantor BNNP Kaltara.
Pelaku diamankan di Kantor BNNP Kaltara. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

“Mereka mengakui mengonsumsi sabu-sabu. Dan mereka sudah diperiksa urine hasilnya positif menggunakan sabu-sabu dalam hal ini metamphethamine,” ujarnya.

Barang bukti sisa yang ditemukan di TKP diakui milik pelaku B yang diakuinya membeli barang tersebut menggunakan uang pribadi dengan harga Rp 300 ribu.

“Itu juga sebagian sudah dipakai dan ujung plastiknya seperti model dibakar. Kami kroscek juga darimana dia mendapat pemeriksaan, namun agak kesulitan karena informasi yang diberikan hanya sepotong-sepotong. Misalnya ciri-cirinya sulit ditemukan asal-usulnya,” ujarnya.

Baca juga: Napi RW Terlibat Kasus Sabu 1,9 Kilogram, Lapas Tarakan Pastikan Tak Dapat Remisi & Terancam Hukuman

Sehingga lanjutnya pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan terhadap penyedia sabu-sabu tersebut.
Ia melanjutkan, adapun persoalan kayu memang tidak ada aktivitas pencurian kayu. Hanya berdasarkan kesaksian pemilik gudang sebelum-sebelumnya pernah hilang. “Itu juga kami selidiki,” tegasnya.

Barang bukti lainnya disita seperti dua unit handphone Samsung, satu bungkus rokok, korek api, dua bong pengisap, dua plastic bungkus sabu, tiga pipet.

Adapun pasal yang dipersangkakan di antaranya pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 dan subsider pasal 127.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved