Perbatasan RI Malaysia

Kisah Dokter Perbatasan RI-Malaysia, Fasilitas Kesehatan Terbatas hingga Rujuk Pasien Pakai Pesawat

Menjadi dokter di perbatasan RI-Malaysia, terlebih mereka yang mengabdi di pedalaman merupakan tugas yang tidak mudah.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Amiruddin
Kolase Trubun Kaltara/HO-Evenjelina
Pasien dirujuk dari Puskesmas Krayan menuju RSUD Nunukan mengunakan pesawat, belum lama ini. (HO/ Evenjelina). 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Menjadi dokter di perbatasan RI-Malaysia, terlebih mereka yang mengabdi di pedalaman merupakan tugas yang tidak mudah.

Hal itu turut dirasakan oleh Evenjelina, dokter umum di Puskesmas wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan.

Hampir dua tahun bertugas sebagai seorang dokter di Krayan, Evenjelina banyak merasakan hal yang membuatnya dilema dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal kepada pasien.

Baca juga: Bupati Nunukan Beber Muatan Utama Ranperda Tentang RPJMD 2021-2026, 3 Bidang Ini jadi Prioritas

Selain karena jarak rumah warga dengan Puskesmas terbilang jauh, jalanan di Krayan masih tanah dan fasilitas kesehatan juga terbatas.

"Di sini hanya ada empat dokter umum, belum ada dokter spesialis.

Jadi untuk pasien yang gawat darurat kita maksimalkan dengan fasilitas yang kita punya, termasuk konsultasi dengan dokter spesialis di Nunukan," kata Evenjelina kepada TribunKaltara.com, Rabu (10/11/2021), pukul 10.00 Wita.

Menurutnya, pasien yang dirawat di Puskesmas Krayan sebagian besar karena mengalami sakit jantung dan hipertensi.

Sementara, fasilitas kesehatan untuk menangani pasien sangat terbatas.

"Saya punya pasien yang dirawat inap karena penurunan kesadaran.

Biasanya orang penurunan kesadaran karena kadar gula turun atau penyakit jantung.

Nah, yang harus dilakukan adalah pemeriksaan EKG (Elektrokardiogram) untuk jantung apakah ada sumbatan," ucapnya.

Lanjut dia,"Untuk jantung sama gula kita bisa tahu, tapi kalau stroke kita nggak bisa tau. Kalau di rumah sakit masih bisa dilakukan CT scan" tambahnya.

Tak hanya itu, pasien dengan penurunan kesadaran kata Evenjelina harus dilakukan pemeriksaan darah rutin seperti Hemoglobin, Trombosit, dan Eritrosit.

"Di sini (Krayan) hanya bisa periksa kadar Hemoglobin dalam darah. Itupun kami masih pakai manual," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved