Berita Bulungan Terkini

54 Anak yang Orantuanya Meninggal Akbat Covid-19 Dapat Bansos, Pencairan Masih Tahap Proses

Menurut Sekretaris Dinas Sosial Bulungan, Ferdinand sebanyak  54 anak dibawah 17 tahun telah terverifikasi dapat menerima dana bantuan sosial RI.

Penulis: - | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI
Ferdinand, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bulungan di Ruang Kerjanya Kamis (11/11/2021). 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Menurut Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Bulungan, Ferdinand sebanyak  54 anak dibawah 17 tahun telah terverifikasi dapat menerima dana bantuan sosial (Bansos) dari Kementrian Sosial RI melalui Kantor Koordinasi Direktorat Anak Balai Banjar Baru Kalimantan Selatan untuk Kalimantan Utara.

"Kami sudah punya data 54 anak dan sudah diketahui pak Bupati untuk lakukan bagi Bansos ke tempat tinggal mereka, bahkan sudah tercantum di Kemensos RI, kemudian jika ada lagi data masuk ke dinsos Bulungan akibat Covid-19 maka kami akan tangani bantuan lagi kepada orang tersebut," ujarnya Kamis (11/11/2021).

Ferdinan juga, mengungkapkan bahwa ada anak dan anggota keluarga dari orangtua yang meninggal dunia akibat Covid-19 tidak ingin memberikan data karena takut disalahgunakan.

Baca juga: Update Covid-19 di Kabupaten Tana Tidung, 1 Orang Meninggal Dunia dan 3 Kasus Aktif 

"Mohon maaf, sebagian masyarakat yang terkena musibah Covid-19 dari data temuan di lapangan, banyak tidak serta-merta mereka ingin bagikan ke kami, dengan maksud tidak ingin, disalahgunakan bahkan di share ke media sosial, dan itu hak asasi mereka,kami hormati hal tersebut," ucapnya.

Bahkan, Ferdinan sudah menjelaskan kepada anggota keluarga bersangkutan pendataan tersebut atas perintah Kementrian Sosial RI.

Baca juga: Update Tambah 1, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Nunukan jadi 135, Kasus Aktif Corona 79 Orang

"Karena ini keputusan dari Kemensos RI, memberikan kepercayaan kepada Gubernur, Bupati, di setiap daerah Kabupaten/Kota maka Dinas Sosial terkait melanjutkan arahan bantuan uang tunai kepada anak yatim piatu dan kebijakan iti berlanjut, maka kami siap laksanakan," ujarnya.

Lebih lanjut, meneruskan perintah dari Kementrian Sosial RI bahwa anak yang kehilangan orangtua meninggal akibat Covid-19 harus melampirkan surat kematian, Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk dan Akta Kelahiran Anak tersebut.

Kantor Dinas Sosial Kabupaten Bulungan
Kantor Dinas Sosial Kabupaten Bulungan (TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI)

"Dari Kemenkes RI, meminta tolong kepada anak kandung ataupun anggota keluarga dari orangtua yang meninggal dunia, segera juga membuat surat lampiran kematian atau akta kematian, sebab pemberian bansosnya, butuh proses waktu yang lama pendataan," ungkapnya.

Sebagai contoh, Ferdinan menyebut pengurusan data anak yatim piatu paling terjauh yaitu dari Long Peleban di desa Kecamatan Peso, Bulungan, Kalimantan Utara.

Baca juga: Update Tambah 4, Kasus Covid-19 Nunukan jadi 6.219, Berasal dari Pekerja Migran Indonesia & 2 Sembuh

"Bayangkan anak dari Long Peleban salah satu desa di kecamatan peso sana, harus carter speedboat dari Biak ke Long Peleban sampai 1 juta, baru lanjut perjalanan ke Tanjung Selor 200 ribu, PP ke Long Peleban total 400 ribu, belum lagi isi formulir di Disdukcapil dari si pelapor (anak yatim piatu), belum tanda tangan kepala desa bersangkutan, bahkan saksi," ucapnya.

Sementara itu, Ferdinan sampai saat ini menunggu hasil dana cair dari Kantor Koordinasi Direktorat Anak Balai Banjar Baru Kalimantan Selatan.

"Di Dinsos Bulungan, data sudah ada, dan lengkap, tinggal menunggu jumlah dana yang akan disalurkan masih tahap proses, dan tunggu juya surat perintah kemenkes RI ke Bupati, jika sudah ada, kami akan laksanakan hal tersebut," ucapnya.

(*)

Penulis : Georgie Sentana Hasian Silalahi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved