Breaking News:

Kabar Artis

Kliennya Jadi Tersangka Penipuan, Pengacara Minta Kepolisian Turut Periksa Guru SMA Olivia Nathania

“Jadi kalau Oi jadi tersangka, saya minta kepada penyidik dan kepolisian agar ibu Agustin juga jadi tersangka," kata pengacara Olivia Nathania.

Penulis: Titik Wahyuningsih | Editor: Amiruddin
Instagram @niadaniatynew
Penyanyi Nia Daniaty dan anaknya, Olivia Nathania 

TRIBUNKALTARA.COM – Kuasa hukum anak Nia Daniaty, Susanti Agustina meminta kepolisian agar menjadikan guru SMA kliennya sebagai tersangka sama halnya dengan Olivia Nathania.

Menurutnya, Agustin turut terlibat dalam kasus perekrutan CPNS bodong ini bersama dengan Olivia Nathania.

“Jadi kalau Oi jadi tersangka, saya minta kepada penyidik dan kepolisian agar ibu Agustin juga jadi tersangka karena diduga melakukan (penipuan) bersama-sama dengan Oi,” ujar Susanti, dikutip TribunKaltara dari YouTube Star Story, Kamis (11/11/2021).

Baca juga: Olivia Anak Nia Daniaty Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan CPNS Fiktif, Diperiksa Sendirian

Pihaknya bahkan telah menyerahkan sejumlah bukti keterlibatan Agustin yang merupakan pelapor dari kasus ini ke penyidik.

“Kita juga sudah menyerahkan bukti-bukti keterlibatan dari ibu Agustin,” imbuhnya.

Pengacara Olivia Nathania berujar, Agustin turut berperan dalam proses pencarian peserta CPNS bodong.

“Keterlibatan ibu Agustin itu seperti perekrutan kepada beberapa orang. Jadi Oi tidak sendiri, kalau tidak ada ibu Agustin itu Oi tidak nggak akan seperti ini, jadi dia (pelapor) yang merekrut,” paparnya.

Pengacara Olivia Nathania, Susanti Agustina minta kepolisian jadikan pelapor sebagai tersangka sama halnya dengan kliennya.
Pengacara Olivia Nathania, Susanti Agustina minta kepolisian jadikan pelapor sebagai tersangka sama halnya dengan kliennya. (Capture YouTube Star Story)

Tak hanya andil dalam mencari peserta, Susanti Agustina mengatakan jika pelapor turut menerima untung dari kasus ini.

“Dalam hal ini kerugian korban itu rancu, menurut Oi dia hanya menerima 25 juta per orang, misalkan 50 juta Oi bilang dia hanya terima 25 juta sisanya ibu Agustin, seperti MLM,” ujar Susanti.

Dia pun meragukan pernyataan pelapor yang mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 9,7 miliar dan korban sebanyak 225 orang, sementara laporan polisi yang dibuat hanya 11.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved