Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Cerita Marahuma Kerja Jadi Pembantu untuk Bertahan Hidup, Anak Meninggal, Suami 6 Tahun Kena Stroke

Kesetiaan dan kasih sayang pasangan suami istri (pasutri), dapat dilihat dari bagaimana cara seorang istri memperlakukan suami yang sedang stroke.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS
Pasutri Marahuma dan Sudding yang sedang duduk di rumah sewanya di Jalan Bhayangkara, RT 04, Kelurahan Nunukan Tengah, Sabtu (13/11/2021), pagi 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kesetiaan dan kasih sayang pasangan suami istri (pasutri), dapat dilihat dari bagaimana cara seorang istri memperlakukan suami yang sedang mengalami sakit. 

Seperti yang terjad pada Marahuma wanita berusia 70 tahun. Meskipun usianya sudah tua, Marahuma tetap merawat sang suami tercintanya Sudding  yang sudah enam tahun ini terkena stroke.

Sudding yang berusia 78 tahun hanya bisa terbaring lemah di kamarnya. Tapi dengan penuh kasih sayang sang  istri setiap hari  merawat dan menjaganya.

Baca juga: Cerita Pasutri Asal Luwu Dijanjikan Upah Layak di Malaysia, Tak Kantongi Paspor Hingga Dideportasi

Dengan pernuh kesabaran Marahuma merawat sang suami, belum lama ini Sudding sudah mulai berjalan dengan bantuan tangkai sapu yang dijadikan tongkat.

Pasutri ini tinggal berdua di sebuah rumah sewa berdinding kayu tepatnya di Jalan Bhayangkara, RT 04, Kelurahan Nunukan Tengah Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Sebenarnya pasturi ini memiliki satu anak laki-laki yang pernah bekerja sebagai cleaning service di Kantor DPRD Nunukan. Namun kini anaknya tersebut  telah meninggal dunia pada 2013 lalu di Malaysia karena  sakit.

Baca juga: Cerita Mama Amoy Pengrajin Aksesoris Lokal, Kendati Usia Lanjut, Masih Tekun Buat Aksesoris Lokal

Untuk bertahan bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya bersama suami, Marahuma bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Saat ditemui Tribunkaltara.com di sela pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga, Marahuma menceritakan awal suaminya terkena stroke.

"Pertama hanya stroke ringan saja, lama-kelamaan banyak sudah keluhan sakitnya. Baru-baru ini mulutnya bengkak di dalam, lututnya terasa ngilu, dan belakangnya sakit karena baru habis jatuh di kamar," kata Marahuma, Sabtu (13/11/2021), pagi.

Saking bengkaknya mulut Sudding, ia hanya bisa makan satu kali dalam sehari. Itupun harus dipaksa makan.

Pasutri Marahuma dan Sudding yang sedang duduk di rumah sewanya di Jalan Bhayangkara, RT 04, Kelurahan Nunukan Tengah, Sabtu (13/11/2021), pagi
Pasutri Marahuma dan Sudding yang sedang duduk di rumah sewanya di Jalan Bhayangkara, RT 04, Kelurahan Nunukan Tengah, Sabtu (13/11/2021), pagi (TRIBUNKALTARA.COM/ FEBRIANUS FELIS)
Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved