Breaking News:

Berita Tana Tidung Terkini

Kepala Disnakertrans Kabupaten Tana Tidung Sebut, Pembahasan UMK Dilaksanakan Akhir November 2021

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tana Tidung, Johari mengatakan, pembahasan Upah Minimum Kabupaten atau UMK akan dibahas.

Penulis: Risnawati | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tana Tidung, Johari ditemui di Kantor Disnakertrans Tana Tidung. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tana Tidung, Johari mengatakan, pembahasan Upah Minimum Kabupaten atau UMK Tana Tidung akan dibahas akhir November 2021.

Pembahasan itu dilakukan, setelah Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) selesai membahas upah minimum provinsi atau UMP.

"Provinsi dulu bahas UMP, baru kita (bahas UMK)" ujarnya, Senin (15/11/2021).

Baca juga: Upah Minimum 2022 Naik 1,09 Persen, Simak Cara Menghitungnya di wagepedia.kemnaker.go.id

Dalam pembahasan UMK nantinya, dia pastikan akan melibatkan pihak perusahaan dan serikat tenaga kerja di masing-masing perusahaan.

Sebagai informasi, jumlah perusahaan skala besar yang ada di Kabupaten Tana Tidung berjumlah 18 perusahaan.

Baca juga: UMK Tarakan Naik Rp 5.143, Jadi Satu-satunya Daerah di Provinsi Kaltara yang Menaikkan Upah Minimum

Melalui Johari diketahui, saat ini Pemerintah Provinsi Kaltara tengah melaksanakan sosialisasi terkait UMP/UMK kepada pemerintah kabupaten dan kota di Tarakan.

Dia akui, dalam penetapan UMK di Kabupaten Tana Tidung tidaklah begitu repot.

Ilustrasi Upah Minimum 2021. Serikat Buruh menilai masih ada sejumlah sektor usaha mencatatkan keuntungan di masa pandemi Covid-19. KOMPAS.COM
Ilustrasi Upah Minimum 2021. Serikat Buruh menilai masih ada sejumlah sektor usaha mencatatkan keuntungan di masa pandemi Covid-19. KOMPAS.COM (KOMPAS.COM)

"Kita ikut berdasarkan rumus biasanya saja. Karena kita kan tidak punya dewan pengupahan. Kalau di Tarakan, mereka bisa membahas itu," terangnya.

Pihaknya berencana membuat dewan pengupahan. Kanya saja terkendala oleh minimnya tenaga kerja.

Baca juga: Upah Minimum 2021 tak Dinaikkan, Serikat Buruh Tetap Minta Naikan untuk Sektor yang Masih Untung Ini

"Kendala kita di sini, jumlah tenaga kerja belum cukup untuk membuat itu," katanya.

(*)

Penulis: Risnawati

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved