Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

 Andri Asmono Beber Pertumbunan Ekonomi Kuartal III Melambat Dampak PPKM Darurat

Beber Sektor Administrasi Pemerintahan Cepat Pulih, Pertumbunan Ekonomi Kuartal III Melambat Dampak PPKM Darurat.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ SCREENSHOT -ANDI PAUSIAH
Andri Asmono, Chief Economist Bank Mandiri dalam kegiatan Capacity Building Wartawan Kaltara, Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Memasuki akhir 2021 perlahan Provinsi Kaltara terus mengalami pertumbuhan. Dari sektor administrasi pemerintahan dinilai paling cepat pulih.

Ini dibeberkan Andri Asmono, Chief Economist Bank Mandiri. Dibeberkan Andri, di sektor konstruksi, masih terkontraksi secara year on year.

“Sektor terbesar ada di pertambangan yakni tumbuh di kuartal III tahun 2021,” ujarnya.

Baca juga: Di Acara Capacity Building Wartawan 2021, KPwBI Kaltara Beber Kondisi Perekonomian Kaltara Terkini

Sektor investasi per sektor juga tak luput dibahas Andri Asmono. Dalam hal ini, penanaman modal asing (PMA) terbesar di Kaltara adalah industri makanan dan PMDN terbesar adalah sektor pertambangan.

Lebih lanjut ia membeberkan, khusus sektor PMA dalam nilai USD juta, industri makanan nilainya mencapai US$43,926 lalu disusul pertambangan sebesar US$26,435.

Baca juga: Dongkrak Pendapatan Asli Daerah Kalimantan Utara, Kran Investasi Segera Dibuka

Total jumlah proyek tercatat 22 untuk sektor industry makanan dan 4 jumlah proyek untuk pertambangan.

Sementara itu, di industry kimia dan farmasi, mencapai US$17,108 dengan 4 jumlah proyek. Menyusul tanaman pangan, perkebunan sebesar US$15,663 dengan 23 jumlah proyek.

Kegiatan Capacity Building Wartawan Provinsi Kaltara yang digelar KPwBI Kaltara secara virtual, Kamis (18/11/2021).
Kegiatan Capacity Building Wartawan Provinsi Kaltara yang digelar KPwBI Kaltara secara virtual, Kamis (18/11/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/ SCREENSHOT- ANDI PAUSIAH)

Ia mengatakan, kebijakan Bank Indonesia dalam mengawal stabilitas nilai tukar juga dinilainya berhasil jika melihat data yang ada. Dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

Lebih jauh ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi di Kaltara tumbuh tinggi pada kuartal III tahun 2021 akibat low base effect pada 2020 lalu.

Baca juga: Beber Perkembangan Investasi Kaltara, Sempat Terkontraksi, Nilai Tertinggi Ada di Triwulan II 2020

Jika melihat pertumbuhan ekonomi kuartalan, pada kuartal III tahun 2020 lalu sempat mengalami kontraksi sampai pada minus 4,76 persen secara yoy. Dibandingkan kuartal III tahun 2021, pertumbuhan membaik mencapai 5,42 persen.

Ia melanjutkan, memang sebelumnya ekonomi Indonesia pada kuartal III sempat melambat akibat dampak PPKM darurat namun bisa diprediksi memasuki kuartal IV mulai terakselerasi.

“Kontribusi komponen konsumsi dan investasi melambat akibat PPKM. Sementara net ekspor meningkat didukung tingginya harga komoditas,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved