Breaking News:

Isuzu Jaga Mobil Konsumen Tetap Andal, Pembeli Bisa Konsultasi dengan Sales Service Consultant

Saat membeli kendaraan komersial, konsumen bukan sekadar membeli mobil, tetapi membeli barang kerja atau barang modal.

Editor: Sumarsono
IST/Isuzu
Chief Operation Officer PT Astra International Tbk-Isuzu Sales OperationYohanes Pratama bersama Sales Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia Andy Dwi Zatmoko berbincang dengan pengunjung di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, Ice Bsd, Tangerang, Sabtu (20/11/2021). 

TRIBUNKALTARA.COM, JAKARTA –  Isuzu memastikan terus fokus memberi perhatian pada pemenuhan kebutuhan konsumen akan kendaraan yang prima.

Apalagi, sebagian besar konsumen Isuzu adalah pelaku usaha. Saat membeli kendaraan komersial, konsumen bukan sekadar membeli mobil, tetapi membeli barang kerja atau barang modal.

“Artinya, tim Astra Isuzu harus bisa memastikan mobil itu selalu menghasilkan uang bagi konsumen. Bahkan, hingga menyiapkan mekanik dan suku cadang di site tempat konsumen beroperasi,” ujar Chief Operation Officer PT Astra International Tbk-Isuzu Sales Operation (Astra Isuzu) Yohanes Pratama saat ditemui jelang penutupan pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD-City, Tangerang, kemarin.

Yohanes menjelaskan, saat menjual kendaraan, tim sales Astra Isuzu kini ditemani sales service consultant (SSC).

Baca juga: Harga Komoditas Tambang dan Perkebunan Tumbuh, Penjualan Isuzu D-Max Terdongkrak

Hal itu diperlukan karena saat membeli kendaraan, konsumen Isuzu memperhitungkan biaya operasional, suku cadang, service, yang semuanya berdampak besar bagi roda bisnis perusahaan.

Dari informasi yang digali itu, barulah tim SSC memberi masukan kendaraan apa yang tepat dibutuhkan konsumen hingga perawatan kendaraan secara komprehensif.

Paling tidak, dengan pola ini konsumen bisa menghemat 15-20%. Contohnya, dengan memanfaatkan fasilitas free mechanic on site, konsumen bisa hemat sekitar Rp 20 juta per bulan.

Astra Isuzu ingin mengubah mindset, bahwa saat menjual kendaraan, semestinya tim pemasaran juga memberi masukan produk terbaik bagi konsumen, termasuk masukan dalam pemenuhan kebutuhan perawatan kendaraan dan penanganan keluhan.

“Jadi, ada tindakan preventif. Saat menjual, tim kami sekaligus membantu memetakan kebutuhan konsumen.

Konsultan kami menggali seperti apa rutenya, apa saja muatannya, bagaimana pengemudinya, hingga seberapa besar ketersediaan mekanik di lokasi operasi perusahaan?” tutur Yohanes.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved