Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Kondisi Masih Pandemi Covid-19, Pagelaran Tradisi Tahunan Iraw Tengkayu Kembali Ditunda

Pelaksanaan Iraw Tengkayu tahun 2021 ini diprediksi kembali ditunda. Hal Ini disampaikan Wali Kota Tarakan dr Khairul, M.Kes di momen Iraw Tengkayu, S

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Wali Kota Tarakan, dr Khairul, M.Kes. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Pelaksanaan Iraw Tengkayu tahun 2021 ini diprediksi kembali ditunda. Hal Ini disampaikan Wali Kota Tarakan dr Khairul, M.Kes di momen Iraw Tengkayu, Sabtu (20/11/2021).

“Saya umumkan bahwa kegiatan Iraw yang tadinya kita mau laksnakan di Desember berdasarkan pertimbangan Covid-19 maupun pertimbangan teknis dan non teknis yang disampaikan oleh bapak kita tokoh adat dan budaya Bapak Datu Norbeck, kita putuskan tahun ini tidak ada,” beber Khairul.

Adapun alasan kegiatan Iraw ditiadakan tahun ini salah satunya karena persiapan yang dianggap belum maksimal.

Baca juga: Upaya Pertahankan Kebudayaan Suku Tidung, LABT Malinau Wariskan Nilai Adat Melalui Kesenian Daerah

“Karena waktu persiapan sangat pendek. Saya sebenarnya berkeinginan sekali itu dilaksanakan. Tapi ini juga menjadi pertimbangan tokoh adat kita,” bebernya.

Ia mencontohkan, persoalan mempersiapkan para penari ini benar-benar membutuhkan waktu. Selain itu lanjutnya, mempertimbangkan situasi pandemi yang belum benar-benar terkendali secara baik.

“Sehingga untuk tahun ini, dua tahun berturut-turut Iraw kita tidak laksanakan,” beber Khairul.

Baca juga: Lestarikan Budaya Lokal, Bupati Bulungan Syarwani Minta ada Muatan Lokal Bahasa Daerah di Sekolah

Meski demikian, ia berharap tahun depan sudah bisa dilaksanakan. Tentunya harus benar-benar melalui persiapan yang lebih baik.

“Tentunya Ibu Kadis Pariwisata, awal-awal mungkin kita perlu dipersiapkan, sehingga mudah-mudahan kegiatan Iraw yang merupakan bagian dari upaya kita dalam rangka memperkenalkan Tarakan dan juga menarik wisatawan ke sini minimal wisatawan domestik itu bisa kita laksanakan dengan baik,” harapnya.

Tradisi tolak bala, warisan budaya Suku Tidung yang dilaksanakan setiap Bulan Safar atau bulan kedua dalam kalender hijriah.
Tradisi tolak bala, warisan budaya Suku Tidung yang dilaksanakan setiap Bulan Safar atau bulan kedua dalam kalender hijriah. (TRIBUNKALTARA.COM/ HO-Humas KTT)

Ia melanjutkan, saat ini masyarakat akan menghadapi gelombang ketiga serangan Covid-19.

“Ini menjadi perhatian seluruh masyarakat karena pandemi belum selesai. Desember -Januari akan terjadi gelombang ketiga,” ungkapnya.

Baca juga: Wariskan Budaya Lewat Kesenian, Pelatih Tari Tradisional Malinau Beber Tantangan Pandemi Covid-19

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved