Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

UMK Nunukan Segera Ditetapkan, Buruh Sawit di Perbatasan RI-Malaysia Minta Upah Dinaikkan Karena Ini

UMK Nunukan segera ditetapkan, buruh sawit di Perbatasan RI-Malaysia minta upah dinaikkan karena ini.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
HO/ Irman
Buruh Perusahaan Sawit PT Nunukan Jaya Lestari (NJL) di Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, sedang mengecek kualitas buah sawit, belum lama ini. (HO/ Irman). 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - UMK Nunukan segera ditetapkan, buruh sawit di Perbatasan RI-Malaysia minta upah dinaikkan karena ini.

Upah Minimum Kabupaten (UMK) Nunukan segera ditetapkan, buruh sawit di perbatasan minta upah dinaikkan.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) naik sebesar Rp 15.934. Adanya kenaikan itu, maka besaran UMP Kaltara pada tahun 2022 menjadi Rp3.016.738.

Baca juga: Jadwal 4 Speedboat Reguler Kaltara, Rute Nunukan-Tarakan Siap Beroperasi Senin 22 November 2021

Mendengar itu, Ketua Serikat Buruh Perusahaan Sawit PT Nunukan Jaya Lestari (NJL) di Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Irman Nur (38), meminta pemerintah daerah agar menaikkan upah buruh di tahun depan.

"Gaji pokok kami Rp3.083.200. Terakhir naik UMK Nunukan itu pada 2019 lalu. Rata-rata naik 6 sampai 8 persen. Kami berharap tahun depan bisa naik 13 persen. Apalagi tahun lalu tidak ada kenaikan upah karena pandemi," kata Irman Nur kepada TribunKaltara.com, Senin (22/11/2021), sore.

Diketahui, Menteri Ketenagakerjaan menegaskan rata-rata kenaikan upah minimum (UM) secara nasional mencapai 1,09 persen di tahun depan.

Angka itu diperoleh dengan menggunakan formulasi penghitungan baru yang mengacu pada Peraturan Pemerintah nomor 36/2021 tentang Pengupahan.

Selama pandemi Covid-19, kata Irman pendapatan buruh di PT NJL menjadi berkurang. Berkurangnya upah buruh itu bersamaan dengan jam lembur yang dikurangi.

Lembur dalam sebulan yang biasanya 60 jam, selama pandemi berkurang hingga 20 jam.

"Biasanya dalam sebulan itu lembur 60 jam. Sekarang ini di bawah 40 jam. Bahkan ada yang lembur sampai 20 jam. Pengaruhnya ya jelas ke gaji. Kami berharap upah buruh tahun depan bisa dinaikkan," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved