Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Apindo & Serikat Pekerja Sepakati Naik 1,96 Persen, Besaran UMK 2022 Malinau Ditetapkan Rp 3,2 Juta

Besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Malinau tahun 2022 disepakati naik 1,96 persen. Disepakti oleh Apindo dan serikat pekerja.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Upah Minimum Kabupaten Malinau 2022 disepakati Rp 3,2 juta melalui Penetapan UMK 2022 di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (25/11/2021). 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) Malinau tahun 2022 disepakati naik 1,96 persen.

Tahun 2022, Upah Minimum Kabupaten Malinau ditetapkan senilai Rp 3.248.279.

Naik Rp 62.442 dari upah minimum tahun 2021. UMK 2021 Malinau sebelumnya ditetapkan senilai Rp 3.185.837.

Baca juga: Pekan Ini UMK Tarakan 2022 Diserahkan ke Provinsi Kaltara, Menunggu Keputusan Gubernur

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malinau, Iwan Darma Yuana menyampaikan kenaikan tersebut berdasarkan formula baku PP 36/2021 tentang pengupahan.

"Berdasarkan pembahasan tadi, Alhamdulillah, Apindo dan Serikat pekerja sepakat UMK 2022 Malinau Rp. 3.248.279. Naik Rp 62.442," ujarnya seusai penetapan, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: UMK Nunukan Diputuskan Naik 0,19 Persen, Serikat Buruh Menolak, Apindo: Itu Hal Wajar

Menurutnya, pihaknya menawarkan indikator inflasi dari kabupaten/kota tetangga, yakni Kota Tarakan dan Bulungan.

Apindo dan Serikat Pekerja di Malinau sepakat menggunakan indikator inflasi Kabupaten Bulungan. Sebab indikasi dan keadaan ekonomi dinilai memiliki sejumlah kemiripan.

Upah Minimum Kabupaten Malinau 2022 disepakati Rp 3,2 juta melalui Penetapan UMK 2022 di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (25/11/2021).
Upah Minimum Kabupaten Malinau 2022 disepakati Rp 3,2 juta melalui Penetapan UMK 2022 di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (25/11/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

Iwan Darma Yuana menjelaskan, indikator inflasi dipilih berdasarkan pertimbangan kedua belah pihak.

"Indikatornya adalah inflasi daerah. Karena Malinau belum masuk sampel wilayah inflasi, kita tawarkan dua, Tarakan dan Bulungan. Apindo dan Serikat pekerja sepakat pilih Bulungan, karena kenaikan besaran upahnya lebih tinggi," katanya.

Baca juga: Besaran Upah Masih Dibahas Dewan Pengupahan,Penetapan UMK 2022 Kabupaten Malinau Disepakati Hari Ini

Disnaker Malinau akan mengajukan hasil penetapan UMK tersebut kepada Bupati Malinau, selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Utara.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved