Breaking News:

Berita Tana Tidung Terkini

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak di Tana Tidung Menurun 3 Tahun Terakhir, Berikut Datanya

Laporan kasus kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Tana Tidung, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir alami penurun jumlah.

Penulis: Risnawati | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Kasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial Kabupaten Tana Tidung, Dia Leny saat ditemui TribunKaltara.com, Kamis (25/11/2021) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Laporan kasus kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Tana Tidung, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir alami penurun jumlah.

Kasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial Kabupaten Tana Tidung, Dia Leny menyebutkan, di tahun 2019 terdapat 5 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Di 2019 itu terbanyak soal kasus asusila. Satu kasus itu pemulangan korban anak, sisanya kasus asusila," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Banyak Kasus Kekerasan Perempuan & Anak di Kabupaten Tana Tidung Tak Dilaporkan, Ini Alasannya 

Sementara di tahun 2020, jumlah kasus kekerasan menurun, yakni sebanyak 3 kasus.

"Ada tiga kasus, tindak asusila dan kekerasan dalam rumah tangga. Ada yang selesai dengan cara mediasi dan ada kasus yang sampai ke persidangan," terangnya.

Baca juga: Tingkatkan Peran Perempuan, PKK Kecamatan Tana Lia Laksanakan SPEM di Desa Sambungan

Dia menyampaikan, penurunan kasus di tahun 2020 ini dikarenakan pandemi Covid-19, sehingga masyarakat banyak menghabiskan waktu di rumah.

"Untuk interaksi di luar mereka susah juga gitu kan. Akhirnya mereka banyak menyelesaikan (perkara) di rumah saja dengan keluarga," jelasnya.

Ilustrasi - Korban asusila
Ilustrasi - Korban asusila (KOLASE TRIBUNKALTARA.COM)

Selanjutnya, di tahun 2021 hingga Bulan September, terdapat 3 kasus.

Yang mana 2 kasus ini, merupakan kasus asusila, sementara 1 kasus lainnya terkait pemulangan korban anak.

Baca juga: Atasi Permasalahan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Empat Instansi Ini Lakukan Kerjasama 

"Iya ini pemulangan korban anak ke Sulawesi, karena kedua orang tuanya sudah tidak ada.

Ini kan tanggung jawab kami juga kan. Jadi dalam kasus ini kita bekerjasama dengan pihak provinsi, karena ini kan lintas provinsi Kaltara ke Sulawesi. Jadi pihak provinsi yang memulangkan," katanya.

(*)

Penulis: Risna

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved