Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Kepala SDN 051 & Guru Agama Bantah soal Dugaan Intoleransi, Tegaskan Sekolah Ikuti Aturan Kurikulum

Kepala SDN 051 ikut menanggapi pemberitaan viral tiga pelajarnya yang tidak naik kelas. Ia membantah keras pernyataan Komisioner KPA tarakan Retno.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Pertemuan bersama KPAI, Disdik Tarakan dan pihak SDN 051 Tarakan belum lama ini membahas tiga anak yang tidak naik sekolah. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Kepala SDN 051 ikut menanggapi pemberitaan viral tiga pelajarnya yang tidak naik kelas. Ia membantah keras pernyataan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Kota Tarakan, Retno Listyarti.

Menurutnya informasi yang beredar bahwa sekolah diduga melakukan intoleransi itu tidaklah benar.

Belum lama ini, KPAI, Disdik Tarakan melakukan pertemuan bersama pihak SDN 051 untuk mencari jalan keluar mengenai tiga anak yang tak naik kelas ini.

Baca juga: Bahas 3 Kakak Beradik tak Naik Kelas, KPAI Lakukan Pertemuan Bersama Disdik dan SDN 051 Tarakan

Hasilnya kata Kepala SDN 051 Kelurahan Juata Permai, Hasto Budi, kebijakan yang diambil menangani siswa yang utama, sekolah diminta kepala dinas mencari solusi dengan hasil kesepakatan bersama agar siswa bisa naik kelas.

“Itu setelah mereka memenuhi kewajiban mereka. Karena kalau dirunut itu menurut risalahnya, tidak naiknya karena persoalan nilai. Kalau salah satu nilai sudah dipenuhi mestinya sudah bisa nai,” jelasnya.

Kendalanya sendiri, tiga pelajar yang diketahui bersaudara ini tidak bisa sama-sama naik kelas langsung dan harus melalui proses.

Baca juga: Kronologi 3 Siswa SD di Tarakan tak Naik Kelas, Sampai Sidang ke PTUN, Penjelasan Disdik Mengejutkan

Adapun nilai yang tidak mencukupi karena nilai agamanya tidak mencukupi. Proses dia belajar lanjutnya bisa dalam bentuk pemberian tes ulang kepada tiga anak tersebut.

Secara akademis nilai yang lainnya, Hasto membeberkan normal dan tidak di bawah rata-rata. Bahkan guru pembina juga mengakui cerdas.

“Apalagi situasi sekarang umurnya harusnya sudah kelas delapan tapi kerjakan soal kelas 5. Pasti sudah bisa lewati,” jelasnya.

Pertemuan bersama KPAI, Disdik Tarakan dan pihak SDN 051 Tarakan belum lama ini membahas tiga anak yang tidak naik sekolah.
Pertemuan bersama KPAI, Disdik Tarakan dan pihak SDN 051 Tarakan belum lama ini membahas tiga anak yang tidak naik sekolah. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

Materi yang dikerjakan di bawah usia pelajar tersebut tentu lebih mudah dikerjakan. Adapun salah satu pelajar yang menduduki bangku kelas 5 yakni M. Seharusnya M sudah menduduki bangku kelas delapan jenjang SMP saat ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved