Breaking News:

Berita Pemprov Kaltara

Jelajah Kearifan Lokal Kaltara, Mendes Gus Halim Kunjungi Desa Salimbatu di Tanjung Palas Tengah

Abdul Halim Iskandar selaku Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja di Kaltara.

Editor: Amiruddin
Foto: DKISP Kaltara
Abdul Halim Iskandar alias Gus Halim (tengah) selaku Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja di Kaltara. 

TRIBUNKALTARA.COM - Usai menerima kehadiran Menteri Sosial beberapa waktu lalu, kini giliran Abdul Halim Iskandar selaku Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia melakukan kunjungan kerjanya di Kalimantan Utara ( Kaltara ).

Kedatangan pria kelahiran Jombang, 14 Juli 1962 bersama istri dan rombongan disambut hangat oleh Suriansyah selaku Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, Khairul selaku Wali Kota Tarakan, Edi Suharto selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta masyarakat pada Jumat (26/11).

Baca juga: Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang Raih Penghargaan Indonesia Awards 2021

Dari Tarakan, Mendes langsung bertolak ke Ibu kota Provinsi, Tanjung Selor untuk melihat Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah.

Bukan tanpa alasan, kunjungan Halim ini karena melihat adanya potensi wisata religi.

Oleh karena itu, setibanya di Salimbatu, ayah dari tiga orang anak ini bergegas menuju makam keramat almarhum Ahmad Al-Maghribi yang menjadi salah satu tempat bersejarah di wilayah pintu gerbang menuju ibu kota Tanjung Selor tersebut.

“Saya besyukur bisa mengunjungi desa yang relatif tua ini, pada tahun 1874 itu sudah dimakamkan sosok penyebar agama Islam di sini.

Ini menggambarkan bahwa jauh sebelum saat itu sudah ada kehidupan di Desa Salimbatu,” ujar pria yang kerap disapa Gus Halim dalam sambutannya di Rumah Adat Tidung.

“Memang kita berupaya untuk terus menggali potensi-potensi besar dari kearifan lokalnya, jangan sampai kearifan lokal terkubur oleh perkembangan jaman ini.

Maka itulah undang-undang desa hadir untuk memberikan ruang yang cukup bagi kearifan lokal,” tambahnya lagi.

Selain itu, Gus Halim juga mengaku bahwa jika dilihat dari usia Desa Salimbatu tentu telah banyak melalui berbagai perkembangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved