Breaking News:

Berita Bulungan Terkini

Tumpeng Gunakan Bahan Singkong & Ubi-ubian Dilombakan, Dharma Wanita: Pangan Lokal Lebih Kaya Serat

Tumpeng gunakan bahan singkong & ubi-ubian dilombakan, Dharma Wanita: Pangan lokal lebih kaya serat.

TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI
Bersama Para Dharma Wanita Kabupaten Bulungan di Ruang Serbaguna Kantor Bupati Bulungan Sabtu (4/12/2021). Pamer Hasil Karya Tumpeng Non Beras Milik Para Kader Dharma Wanita Kabupaten Bulungan (TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Tumpeng gunakan bahan singkong & ubi-ubian dilombakan, Dharma Wanita: Pangan lokal lebih kaya serat.

Sutarti Sri Hastuti Syafril Ketua Dharma Wanita Kabupaten Bulungan menyebut bahan dasar nasi tumpeng tidak hanya beras tapi bisa memakai singkong dan ubi-ubian karena lebih kaya serat.

"Kita sering melihat setiap acara di pemerintah kabupaten bulungan nasi tumpeng, pasti bahan dasar dari padi padahal kalau diganti singkong dan ubi-ubian kaya seratnya tinggi," ungkapnya Sabtu (4/12/2021).

Baca juga: Polres Bulungan Musnahkan Sabu Seberat 3,1 Kg, Wakapolres: Barang Bukti Narkoba Selama Juni-Desember

Ia melanjutkan, sering melihat pelaku usaha kuliner di Kabupaten Bulungan mulai beralih menyajikan hidangan ke setiap berbagai acara pakai produk olahan pertanian

"Sekarang singkong, keladi, ubi-ubian, jagung, menjadi hidangan yang sering di konsumsi setiap acara di pemkab bulungan, ini tandanya petani kita untung, kita pun sehat karena makan produk alami masih segar," ujarnya.

Selain itu, Sutarti mengatakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara hingga Pemerintah Kabupaten Bulungan sedang gencar sosialiasi menyarankan konsumsi pangan lokal.

"Kita sebagai mitra dari pegawai negeri, istri-istri para ASN yaitu menyukseskan program pemerintah dengan banyak mendukung pangan lokal dari petani Bulungan," ucapnya.

Baca juga: Satreskoba Bulungan Gagalkan Peredaran 200 Gram Sabu di KTT, Polisi Duga Motoris Speedboat Terlibat

Ia menambahkan, lomba tumpeng non-beras, tentunya menjadi tolak ukur penilaian menu makan yaitu B2SA.

"Penilaian juri terfokus pada B2SA yaitu beragam, bergizi, Seimbang, dan aman yanh nantinya harapan kami, ibu-ibu bisa membuat Home Industri dari produk makanan mereka," ujarnya.

Penulis : Georgie Sentana Hasian Silalahi

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved