Breaking News:

Berita Malinau Terkini

KIP Gelar Sidang Sengketa Informasi, Jatam Kaltara Tuntut DLH Beber Hasil Uji Air Sungai Malinau

KIP gelar sidang sengketa informasi, Jatam Kaltara tuntut hasil uji air Sungai Malinau dibuka ke publik.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
Ilustrasi, Aktivitas pengangkutan hasil tambang batu-bara di Sungai Malinau, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa waktu lalu. (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - KIP gelar sidang sengketa informasi, Jatam Kaltara tuntut hasil uji air Sungai Malinau dibuka ke publik.

Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Utara atau KIP Kaltara mulai menggelar sidang sengketa informasi hasil investigasi dan uji kualitas air Sungai Malinau.

Dikutip dari laman resmi Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Utara, KIP Kaltara telah menggelar sidang pertama dengan agenda pemeriksaan awal mulai 24 November 2021 lalu.

Baca juga: Catat Jadwal Speedboat di Kalimantan Utara, Rute Malinau Tujuan Kota Tarakan Senin 6 Desember 2021

Sengketa informasi tersebut terdaftar di KIP Kaltara dengan nomor 002/REG-PSI/VIII/2021 terkait hasil investigasi dan hasil uji laboratorium dugaan pencemaran limbah tambang di Sungai Malinau.

Koordinator Jatam Kaltara, Andri Usman selaku pemohon mengakui dirinya telah dipanggil untuk menghadiri sidang sengketa informasi tersebut.

Gugatan sengketa informasi ditujukan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kaltara menuntut hasil investigasi dugaan pencemaran dibuka ke publik.

"Sidangnya sudah dimulai. Kami berharap data hasil investigasi dan uji hasil lab dibuka kepada publik, karena kejadian ini berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat di sepanjang Sungai Malinau," ujarnya melalui pesan WhatsApp, Senin (6/12/2021).

Baca juga: Perintahkan Bentuk BUMDes, Bupati Bulungan Sebut SPAM Desa Wonomulyo Akan Dihibahkan Kepada Pemdes

Jatam meyakini, informasi dan data hasil investigasi merupakan informasi serta merta yang wajib diumumkan penyelenggara kepada publik.

Sebab, kejadian jebolnya kolam penampungan batu bara atau settling pond milik PT KPUC pada 7 Februari 2021 lalu berdampak terhadap hajat hidup orang banyak.

Dugaan pencemaran Sungai Malinau berdampak langsung terhadap masyarakat pesisir, dan ribuan jiwa terdampak akibat penghentian sementara distribusi suplai air bersih.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved