Berita Tarakan Terkini

Kurir yang Terlibat Pengiriman Sabu 3 Kg Tak Saling Kenal, Laut & Pertambakan Jadi Lokasi Transaksi

Berbagai modus operandi dalam meloloskan sabu-sabu banyak ditemukan BNNP Kaltara tiap kali berhasil menggagalkan pengiriman sabu-sabu di Kaltara.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH
Pelaku S, oknum TKK Satpol PP Kabupaten Bulungan yang kini dilakukan penahanan setelah terbukti memiliki narkotika jenis sabu-sabu seberat 5 kilogram. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Berbagai modus operandi dalam meloloskan sabu-sabu banyak ditemukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara setiap kali berhasil menggagalkan pengiriman sabu-sabu  keluar masuk Tarakan serta wilayah Kaltara.

Salah satunya menyamar menjadi nelayan pukat untuk memuluskan transaksi di tengah laut. Dikatakan Kepala BNNP Kaltara Brigjend Pol Samudi, lokasi paling sering dijadikan TKP transaksi yakni di area perairan dan juga tambak.

Seperti pengungkapan kasus sabu-sabu 5 kg oleh BNNP Kaltara bekerja sama dengan Bea dan Cukai Tarakan, Kamis (23/12/2021) kemarin.

Baca juga: Modus Jadi Nelayan Pemukat, Pelaku K Diamankan, BNNP Kaltara & Bea Cukai Tarakan Musnahkan 5 Kg Sabu

Kasus itu melibatkan S, oknum TKK Satpol PP Kabupaten Bulungan yang menyamar sebagai nelayan pemukat menggunakan ketinting.

Lebih jauh kata Brigjend Pol Samudi, penangkapan kasus 3 kg bukan modus baru menggunakan styrofoam.

“Itu memang menyamarkan menggunakan ikan beku. Sebelumnya juga ada yang disamarkan melalui roti atau kue. Jadi modus-modus ini sudah lama ada dan mereka ganti-ganti,” ujarnya.

Baca juga: Tergiur Upah Rp 2 Juta, Pria RS Terancam 20 Tahun Penjara, Terciduk Jadi Kurir Sabu di Pos Batas

TKP kedua sendiri untuk kasus penemuan sabu 5 kg, lanjut Brigjend TNI Samudi, baru satu tersangka diamankan yakni berinisial S.

“Karena seseorang yang menyuruh masih dilakukan pengembangan lagi,” bebernya.

Ia tak menampik, dalam mengungkap jaringan peredaran kasus narkoba ini ada kesulitan sendiri karena mereka semakin lama, semakin canggih sistem dan modusnya. Sehingga pihaknya selalu terputus untuk melakukan penangkapan.

Pelaku S, oknum TKK Satpol PP Kabupaten Bulungan yang kini dilakukan penahanan setelah terbukti memiliki narkotika jenis sabu-sabu seberat 5 kilogram.
Pelaku S, oknum TKK Satpol PP Kabupaten Bulungan yang kini dilakukan penahanan setelah terbukti memiliki narkotika jenis sabu-sabu seberat 5 kilogram. (TRIBUNKALTARA.COM/ ANDI PAUSIAH)

“Di atasnya, mereka ini tidak kenal siapa dan sarana yang digunakan untuk komunikasi pun begitu sudah tertangkap mereka langsung patahkan. Nomornya dihapus semua sehingga ini menyulitkan kita untuk mengembangkan ke atasnya,” ujarnya.

Istilahnya cara yang digunakan pelaku menggunakan sistem terputus. Penerima dan pemberi tidak saling kenal. Pertemuannya pun selalu dilakukan di tempat yang sulit terpantai.

“Misalnya di tengah laut, di tambak. Ini yang sering terjadi setiap ada pengungkapan,” ujarnya.

Baca juga: Dua Kurir Sabu Seberat 13,5 Kilogram Terancam Hukuman Mati, Dalangnya Masih Dicari Polisi

Meski demikian pihaknya akan terus melakukan upaya bagaimana melakukan penangkapan sampai tingkat atas.

Untuk pendalaman kepada tersangka S ini, barang bukti narkotika 5 kg itu kemungkinan dari Bulungan bisa saja dibawa ke Ujung Pandang.

“Rata-rata yang kita ungkap selama ini mau dibawa ke Ujung Pandang. Baik itu kurir maupun melalui paket dan arahnya ke sana. Dan kita tahu ini menjelang Nataru mungkin permintaan meningkat dan sepertinya mau dipersiapkan menyambut Nataru itu,” urainya.

Adapun asal muasal barang itu kata Kepala BNNP Kaltara, cara kurir mengambil yakni bertemu di tengah laut.

Baca juga: Diberi Upah Rp 200 Ribu & Ngaku 3 Kali Dititipi Narkoba, MH tak Tahu Dirinya Dijadikan Kurir Sabu

“Dan ini tidak saling kenal. Antara penerima, dengan nanti yang ngirim atau pemberi ini tidak saling mengenal. Ini kesulitan kita. Jadi dia hanya dikode ketemu seseorang ini pakai baju ini. S ini kurir,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved