Breaking News:

Pertalite dan Premium akan Dihapus Beralih ke BBM Oktan Tinggi, Bagaimana Nasib Kendaraan Lawas?

Pertalite dan Premium akan dihapus, dan masyarakat penggunaa kendaraan beralih ke BBM oktan lebih tinggi. Bagaimana dengan nasib kendaraan lawas?

Editor: Sumarsono
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Petugas melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) pertalite ke salah satu kendaraan di SPBU 3440236, Jalan Laswi, Kota Bandung, Kamis (5/1/2016). (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNKALTARA.COM, JAKARTA –  Pertalite dan Premium akan dihapus, dan masyarakat penggunaa kendaraan beralih ke BBM oktan lebih tinggi. Bagaimana dengan nasib kendaraan lawas?

Dengan adanya penghapusan dua jenis BBM tersebut, otomatis pemilik kendaraan yang biasanya menggunakan Pertalite dan Premium harus beralih dengan BBM dengan oktan lebih tinggi, seperti Pertamax (92) dan Pertamax Turbo (98).

Rencana Pemerintah melalui Pertamina inipun memunculkan pertanyaan para pemilik kendaraan, terutama kendaraan lawas.

Apakah kendaraan yang biasa menggunaan Pertalite atau Premium aman jika diganti BBM-nya diganti  dengan Pertamax?

Baca juga: Pertamina Pastikan BBM dan LPG Aman Sambut Natal dan Tahun Baru, tak Terpengaruh Isu Mogok Kerja

Dikutip dari Kompas.com, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Suparna menjelaskan, penggunaan bensin paling bagus adalah sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan, tidak terlalu rendah dan juga tidak terlalu tinggi.

Hal itu berkaitan dengan tingkat kompresi dari kendaraan itu sendiri. Jika BBM yang digunakan tidak sesuai maka akan menimbulkan dampak pada kendaraan.

Menurut Suparna, menggunakan bensin dengan oktan yang lebih tinggi juga akan membuat pembakaran mesin menjadi tidak sempurna.

“Hal ini karena BBM dengan oktan tinggi proses terbakarnya juga lebih lama. Misalnya, harusnya BBM sudah terbakar maksimal 5 derajat setelah TMA tapi ini belum terbakar,” ujarnya, belum lama ini.

Penjelasan senada juga diungkapkan Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Bambang Supriadi.

Dijelaskan, penggunaan bahan bakar yang bagus adalah yang sesuai dengan rasio kompresinya.

Baca juga: Beralih ke BBM RON Tinggi, Pertamina Akan Wujudkan Program Langit Biru di Nunukan, Ini Nasib Premium

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved