Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Minim SDM Perawat, Lapas Nunukan Rekrut Narapidana Beri Pertolongan Pertama Pada WBP yang Sakit

Minim SDM perawat, Lapas Nunukan rekrut narapidana beri pertolongan pertama pada WBP Yang sakit.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
HO/ Hendra
Pegawai Lapas Klas IIB Nunukan memberikan pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama pada pasien WBP, belum lama ini. (HO/ Hendra) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN -Minim SDM perawat, Lapas Nunukan rekrut narapidana beri pertolongan pertama pada WBP Yang sakit.

Lapas Klas IIB Nunukan, Kalimantan Utara, hingga kini masih kekurangan SDM (Sumber Daya Manusia) di bidang perawat.

Hal itu membuat tenaga perawat Lapas Nunukan yang hanya 1 orang, kerap kali kewalahan dalam menangani pasien WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan).

Baca juga: 2 Tahun tak Beroperasi, Wings Air Kembali Layani Rute Nunukan-Tarakan, Cek Jadwal & Syarat Penumpang

Jumlah WBP di dalam Lapas Nunukan saat ini sebanyak 1.216 dengan kapasitas ruangan 260 orang.

Meski begitu, Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja, Lapas Klas IIB Nunukan, Hendra Maha Saputra, mengatakan selama ini pihaknya bekerjasama dengan Puskesmas Sedadap untuk membantu menangani pasien WBP yang mengalami sakit cukup serius.

"Perawat kami hanya 1 orang. Sudah sempat kami buat pengajuan tenaga perawat juga. Tapi sejauh ini kami kerjasama dengan Puskesmas Sedadap. Kalau sudah tidak bisa ditangani Puskesmas baru rujuk ke RSUD," kata Hendra Maha Saputra kepada TribunKaltara.com, Selasa (11/01/2022), sore.

Menurut Hendra, tak sedikit juga pasien WBP yang meninggal dunia di RSUD Nunukan. Sepanjang tahun 2021 ada 32 WBP yang meninggal dunia karena sakit.

"Sakitnya bermacam-macam, ada yang sesak nafas, jantung, diabetes, ginjal, hati, epilepsi, dan penyakit bawaan lainnya," ucapnya.

Hendra mengaku, tak jarang dari WBP enggan terbuka dengan sakit yang mereka deritai.

Sehingga, Lapas Nunukan di awal tahun ini merekrut WBP yang mumpuni untuk membantu perawat dalam memberi pertolongan pertama di dalam sel.

Baca juga: Percepat Vaksin Covid-19, NIK Ratusan WBP Lapas Nunukan Dicek Disdukcapil, Baru 815 Orang Divaksin

"Napi itu kan kadang malu mereka jelaskan sakit yang mereka deritai kepada petugas. Biasa sesama Napi lebih terbuka. Makanya kami rekrut setiap blok empat orang. Jumlah blok ada empat juga," ujarnya.

Para WBP yang direkut menjadi kader kesehatan itu, sebelumnya dibekali ilmu pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada pasien.

"Tapi tidak semua jenis penyakit. Yang mudah saja seperti mengukur tekanan darah, bagaimana menggunakan stetoskop dan fungsinya apa saja. Nah, mereka kami bagi per shift. Satu shift dua orang," tuturnya.

Penulis: Febrianus Felis

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved