Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Ngaku Hanya Ingin Bangunkan Korban, Terduga Kasus Asusila Lari ke Anjungan Kapal dan Lakukan ini

Ngaku hanya ingin bangunkan korban, terduga kasus asusila Lari ke Anjungan kapal KM Bukit Siguntang dan lakukan ini.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Ilustrasi - Tersangka DA yang kini ditahan kepolisian atas ulahnya melakukan pencabulan kepada korban di bawah umur. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Ngaku hanya ingin bangunkan korban, terduga kasus asusila Lari ke Anjungan kapal KM Bukit Siguntang dan lakukan ini.

Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di dalam KM Bukit Siguntang pada Selasa (21/12/2022) lalu masih terus berproses.

Tersangka diketahui berinisial DA berusia 45 tahun kini ditahan di Polres Tarakan. Dikatakan Kapolres Tarakan, melalui Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Kota Tarakan IPDA Alfian Yusuf, tersangka DA berhasil diamankan bermodalkan CCTV yang ada di dalam KM Bukit Siguntang.

Baca juga: 2 Tahun tak Beroperasi, Wings Air Kembali Layani Rute Nunukan-Tarakan, Cek Jadwal & Syarat Penumpang

Posisi diamankan saat berada di anjungan kapal dan seolah-olah bertingkah seperti biasa dan tak ada hal yang terjadi.

“Setelah dia lakukan hal tersebut, langsung lari ke anjungan kapal dan santai. Jadi security dan keluarga korban sama-sama cari tersangka ini dan korban lihat wajah pelaku jadi dia tahu pakai baju warna apa, ciri-cirinya bagaimana,” ungkap IPDA Alfian.

Lokasi tersangka DA sendiri dengan korban berinisial Cr (13) berada dalam satu dek tapi lokasinya berjauhan tempat tidurnya.

“Interogasi awal, tersangka merasa terganggu dengan korban katanya tidurnya gelisah. Tapi kan tidak masuk akal karena posisi mereka berjauhan. Kalau korban ini merasa gelisah atau ribut dalam tidurnya, pasti sekelilingnya terganggu,” urainya.

Sempat pula ditanya alasan pelaku melakukan itu katanya ingin mencoba membangunkan korban. Namun pengakuan korban berbeda dan merasakan bahwa celana yang ia kenakan sudah diturunkan oleh tersangka.

Lalu berdasarkan hasil visum, terjadi luka di bagian alat vital (kemaluan) korban Cr. Barang bukti yang diamankan satu set pakaian korban dan tersangka. Pasal dikenakan yakni UU Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.

Adapun saksi yang dikumpulka adalah nakhoda kapal, security, kemudian dari ibu korban dan korban sendiri.

Baca juga: Sedang Asyik Transaksi Sabu, AE Dibekuk Personel BNNK Tarakan, Langsung Tak Berkutik

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved