Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Cerita Nikmah, Guru Ngaji Asal Nusa Tenggara Barat, Ikhlas Mengajar Anak-anak Nunukan Tanpa Dibayar

Nikmah (48), warga RT 10 Nunukan Barat, merupakan seorang guru ngaji yang ikhlas mengajar tanpa dibayar.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Ketua Komunitas Sahabat Intruders Peduli (SIP) di Nunukan, Jaelani, menyerahkan paket sembako kepada Nikmah, warga warga RT 10 Nunukan Barat, Rabu (12/01/2022), siang. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Nikmah (48), warga RT 10 Nunukan Barat, merupakan seorang guru ngaji yang ikhlas mengajar tanpa dibayar.

Wanita asal lombok itu terharu saat disambangi oleh personel Polres Nunukan bersama Sahabat Intruders Peduli (SIP) dan Komunitas Sedekah Nunukan (KSN).

Baca juga: Badan Kepegawaian Daerah Kaltara Sebut, Belum Semua Peserta yang Lolos PPPK Guru Lakukan Pemberkasan

Nikmah tinggal bersama sang suami dan ketiga anaknya di sebuah rumah kayu yang ia sewa dengan harga Rp4 juta per tahun.

"Sebelumnya, kami sewa rumah di Pesantren. Setelah itu pindah ke sini, karena anak tuan rumah mau tempati rumahnya. Di sini, kami sudah sewa selama tiga tahun," kata Nikmah kepada TribunKaltara.com, Rabu (12/01/2022), pukul 12.00 Wita.

Wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat itu sudah mulai mengajar ngaji sejak dari kampung halamannya.

Suami Nikmah seorang eks Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi secara besar-besaran dari Malaysia pada tahun 2000 silam.

Sang suami bekerja sebagai buruh bangunan dan seringkali mendapat pekerjaan di luar pulau Nunukan.

Suaminya baru bisa pulang ke rumah setelah pekerjaan borongannya selesai.

Meski hidup sederhana, Nikmah yang kesehariannya sebagai guru ngaji itu ikhlas mengajar tanpa dibayar sepersen pun.

Ia memiliki 10 orang murid yang tiap ba'da Isya belajar ngaji bersama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved