Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Wacanakan Gelar Pelatihan Bagi Petani, Kepala DPKP Kaltara Heri Rudiyono: Harus Punya Ilmu Dulu

Wacanakan gelar pelatihan bagi petani, Kepala DPKP Kaltara Heri Rudiyono: Harus punya ilmu dulu.

Penulis: Andi Pausiah | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Panen bawang merah di lahan Kelompok Tani Flora dan Fauna Kelurahan Juata Permai pada November 2021 lalu. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTARA.COM,TARAKAN – Wacanakan gelar pelatihan bagi petani, Kepala DPKP Kaltara Heri Rudiyono: Harus punya ilmu dulu.

Keberhasilan demplot atau uji coba penanaman bawang merah yang dilakukan Kelompok Tani Flora dan Fauna di Kota Tarakan pada November 2021 lalu menjadikan Kota Tarakan bisa menjadi percontohan untuk penanaman bawang merah.

Demplot bawang merah di bawah binaan KPwBI Kaltara ini dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kaltara, Heri Rudiyono, ke depannya akan berencana melakukan pelatihan atau magang petani asal Bulungan untuk belajar ke Kota Tarakan.

Baca juga: 405 Peserta Lolos CPNS dan PPPK, BKAD Kaltara Sebut Sediakan Rp 200 Miliar untuk Gaji Pegawai Baru

“Jadi melakukan magang ke petani Tarakan agar bisa punya ilmunya. Kemudian dibekali dengan model korporasi. Melalui koperasi dengan model kemitraan bisa dibina BI dan Provinsi serta kabupaten/kota,” ujar Kepala Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kaltara, Heri Rudiyono.

Heri melanjutkan, minimal rencana ini bertahap dilakukan agar nantinya bawang merah tidak perlu didatangkan dari luar.

“Selama ini masih didatangkan dari luar dan belum ada sentranya dan ilmu juga baru dapat,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pihaknya dari provinsi akan mendorong hal tersebut baik melalui APBD maupun dana CSR.

“Petani yang mau menanam, harus punya ilmu dulu. Karena bibitnya juga mahal sekali harganya. Makanya harus dimagangkan dulu. Kalau sudah magang bisa praktek dan menanam di lokasi masing-masing. Karena harus tahu bagaimana kondisi lahan di wilayahnya dan di Tarakan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, ia berharap di Tarakan lebih detailnya di Kelompok Tani Flora dan Fauna bisa menjadi pusat pelatihan penanaman bawang merah.

“Kita berharap masing-masing ada pusatnya. Misalnya kakao bisa di Sebatik. Semua ada pusat pelatihannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk lahan penanaman baik Tarakan dan Tanjung Selor serta wilayah lainnya kurang lebih sama untuk kelayakannya begitu juga curah hujan dan kondisi tanahnya.

Baca juga: Pemprov Kaltara Tarik Retribusi Sewa Kios Pasar Panca Agung? Disperindagkop Kaji Pendapatan Pedagang

“Yang penting ilmunya saja. Harus ditransfer dari teman-teman petani. Sehingga bisa dimonitor, ada grup WA juga saling diskusi,” ujarnya.

Di Kaltara sendiri diakuinya produksi terbaik baru ditemukan di Tarakan menurutnya.

“Mudahan bisa berkembang ke kabupaten lainnya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Andi Pausiah

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved