Breaking News:

Berita Tana Tidung Terkini

Wujudkan Desa Mandiri, Kepala Desa Salmansyah Harap BUMDes Tideng Pale Timur Berjalan

Sejumlah usaha milik Desa Tideng Pale Tidur diklaim tidak cukup mampu menggerakkan pendapatan asli daerah atau PAD Desa Tideng Pale Timur.

Penulis: Risnawati | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Kepala Desa Tideng Pale Timur, Salmansyah saat ditemui di Kantor Desa Tideng Pale Timur. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Sejumlah usaha milik Desa Tideng Pale Tidur diklaim tidak cukup mampu menggerakkan pendapatan asli daerah atau PAD Desa Tideng Pale Timur.

Salah satunya adalah wisata mangrove yang kini dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tideng Pale Timur.

Kepala Desa Tideng Pale Timur, Salmansyah mengatakan, wisata mangrove tersebut dibangun sejak tahun 2015 lalu.

Baca juga: Pemerintah Desa Tideng Pale Timur Kabupaten Tana Tidung Salurkan Paket Bansos, Berikut Daftarnya

"Memang penghasilannya waktu dikelolah saya itu masih ada lah. Begitu saya lepas ke BUMDes, itu tidak berjalan," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Kamis (13/1/2022)

Tidak hanya wisata mangrove. Alun-alun Tideng Pale Timur yang dibangun sejak 2018 lalu pun, sampai hari ini terbengkalai.

Baca juga: Soal Rencana Wisata Mangrove Desa Bebatu, Begini Kata Kepala Dinar Parpora Kabupaten Tana Tidung

Dibangunnya alun-alun itu pun, ada impian besar yang diharapkan. Yakni meningkatkan perekonomian masyarakat Tideng Pale Timur.

"Supaya masyarakat bisa berjualan di alun-alun itu, untuk membantu menambah penghasilan mereka. Tapi nyatanya begini lah," terangnya.

Prosesi penanaman mangrove oleh Presiden RI, Joko Widodo bersama Dubes negara sahabat dan masyarakat Tana Tidung, di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Selasa (19/10/2021). (HO/Humas KTT)
Prosesi penanaman mangrove oleh Presiden RI, Joko Widodo bersama Dubes negara sahabat dan masyarakat Tana Tidung, di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung, Selasa (19/10/2021). (HO/Humas KTT) (HO/Humas KTT)

Padahal kata dia, Desa Tideng Pale sedang merencanakan diri jadi Desa Mandiri. Namun apa daya, PAD tak ada.

Belum lagi anggaran dana desa yang dipangkas 40 persen untuk penanganan pandemi Covid-19.

Baca juga: Pengunjung Keluhkan Akses Jalan Masuk Wisata Mangrove Belagaone Becek, Ini Komentar Pemkab Nunukan

"Tapi anggaran terbatas begini, bagaimana kita mau bergerak. Sementara kita ditekan untuk jadi Desa Mandiri, jadi kami bingung.

Tapi kami sudah koordinasikan ke Pemerintah Daerah (Pemda) terkait solusinya. Kalau bisa kami dibantu lah dari Pemda," katanya.

Selain itu, dia juga berharap, kedepan BUMDes Tideng Pale Timur dapat berjalan. Sehingga bisa memberi pemasukan terhadap PAD desa.

Baca juga: Belum Resmi & Masih Gratis, Sepekan Pengunjung Wisata Mangrove di Nunukan Tembus 2 Ribu Orang

"Jadi kita akan benah semua usahanya. Sehingga PAD desa dapat bertambah, supaya kita bisa jadi Desa Mandiri," tuturnya.

(*)

Penulis: Risnawati

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved