Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Kontribusi PAD Hanya 5 Persen, Bupati Malinau Beber Pendapatan Daerah Masih Bergantung Dana Pusat

Kontribusi PAD hanya 5 persen, Bupati Malinau beber pendapatan daerah masih bergantung dana dari pusat.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI
Ilustrasi - Transaksi jual beli antara pedagang dan penjual di Pasar Induk Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu. (TRIBUNKALTARA.COM / MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kontribusi PAD hanya 5 persen, Bupati Malinau beber pendapatan daerah masih bergantung dana dari pusat.

Struktur anggaran pendapatan daerah Kabupaten Malinau masih bergantung pada dana transfer ke daerah.

Berdasarkan Data BPS Malinau dikutip dari Publikasi "Kabupaten Malinau dalam Angka 2021", pemerintah Malinau masih bergantung pada dana transfer dari Pemerintah pusat.

Baca juga: Tenaga Kerja Terbatas, Petani Beber Alsintan Solusi Optimalkan Lahan Pertanian di Malinau

Struktur anggaran pendapatan Kabupaten Malinau dari tahun ke tahun mengandalkan 80 persen dari Dana Perimbangan.

Termasuk pendapatan lain-lain sebesar 13 hingga 16 persen per tahun.

Sedangkan, Pendapatan Asli Daerah atau PAD Malinau hanya menyumbang kurang dari 5 persen dari total pendapatan tersebut.

Bupati Malinau, Wempi W Mawa mengakui hal tersebut merupakan satu dari sekian tugas yang perlu dituntaskan selama masa jabatannya.

"Pendapatan Kabupaten Malinau 2022 sebesar Rp 1,273 triliun. Sementara PAD kita dari tahun ke tahun hanya lebih kurang 100 miliar," ujarnya, Sabtu (15/1/2022).

Menurutnya, lebih dari 90 persen anggaran pendapatan daerah berharap banyak pada dana transfer daerah dari pemerintah pusat.

"Artinya ketergantungan kita terhadap dana transfer pusat lebih dari 90 persen. Bergantung banyak dari dana bagi hasil. Sedangkan PAD dari pajak, retribusi dan lain-lain hanya kurang lebih Rp 100 miliar," ungkapnya.

Wempi W Mawa mengatakan, misi untuk meningkatkan PAD Malinau telah dia suarakan sejak masih menjabat sebagai Ketua DPRD Malinau.

Baca juga: Hikayat Hutan Cadangan Tane Olen dan Muasal Desa Wisata Setulang di Malinau Selatan Hilir

Sejumlah solusi terkait upaya meningkatkan pundi penghasilan daerah melalui ragam potensi Malinau. Diantaranya sektor pertanian dan perkebunan, pariwisata hingga produk kerajinan tangan daerah.

"Sewaktu saya masih menjabat sebagai pimpinan DPRD, saya sering sampaikan agar sumber pendapatan daerah dioptimalkan. Memacu pendapatan masyarakat melalui potensi kekayaan asli daerah," katanya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved