Berita Bulungan Terkini

Cerita Motoris Speedboat Tanjung Selor-Peso, Keluhkan Sepinya Penumpang, Berikut Penyebabnya

Cerita motoris speedboat Tanjung Selor - Peso Kabupaten Bulungan, keluhkan sepinya penumpang, ini penyebabnya.

TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI
Motoris speedboat kecil rute Tanjung Selor-Peso, Matius saat sedang membawa speedboat melintasi sungai Kayan dari Tanjung Selor ke Peso (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Cerita motoris speedboat Tanjung Selor - Peso Kabupaten Bulungan, keluhkan sepinya penumpang, ini penyebabnya.

Rupanya tidak semua orang senang akan pembangunan akses jalan darat.

Seperti halnya motoris speedboat kecil rute Tanjung Selor- Peso, Matius. Ia mengaku pendapatannya kian menurun lantaran penumpang speedboat perlahan mulai meninggalkan transportasi air itu.

Baca juga: BREAKING NEWS- Sempat Ditunda karena Hujan, Open Race Bupati Bulungan Champions 2K22 Resmi Dibuka

Mengingat saat ini jalan darat dari Tanjung Selor menuju beberapa desa hingga Kecamatan Tanjung Palas Barat sudah dapat dilalui akses jalan darat.

Selain sudah ada jalan darat, pilihan warga desa di wilayah hulu sungai Kayan juga kian beragam, dengan hadirnya transportasi travel yang melayani perjalanan darat dari desa hingga ke Tanjung Selor.

“Jalan tembus itu tahun 2011 sudah mulai tembus, tahun 2017-2018 sudah layak dipakai, dan kebanyakan orang kampung sudah beli kendaraan,” kata Matius, Jumat (21/1/2022).

“Jadi besar betul terasa perubahannya, penumpang turun bisa sampai 50 persen, karena jalan sudah tembus, sudah jarang orang lewat sungai, dan sudah ada travel darat itulah orang senang lewat darat,” sambungnya.

Jika di tahun 2000-an Matius dan keluarga besarnya, memiliki empat buah speedboat, dengan kondisi hari ini, tiga speedboat lainnya telah dijual dan tersisa satu speedoat berkelir hijau yang kini ia gunakan.

Ia juga mengungkapkan bisnis travel jauh lebih irit biaya ongkos dibandingkan dengan bisnis speedboat.

“Kalau darat itu, mobil PP itu paling butuh 30 liter bensin, kalau speed PP itu butuh 100 liter untuk Peso-Tanjung, kalau satu liter kena Rp 10.000 berarti butuh Rp 1 juta untuk minyak,” katanya.

“Kalau kita muat 5 orang turun dari Peso ke Tanjung sudah tutup ongkos minyak kita Rp 1 juta, dan kalau mudik (kembali) ke Peso kita bawa 5 orang itulah bersih kita, tapi tidak tentu juga, kadang kita bawa balik 5 orang, kadang 2 orang saja,” jelasnya.

Baca juga: Cegah Penularan Omicron, Dinkes Bulungan Lakukan Pengetatan Pintu Masuk Pelabuhan Speedboat

Sehingga Matius mengaku bahwa pendapatannya dalam sebulan tidak menentu, tergantung besarnya jumlah penumpang. Namun di masa liburan seperti di bulan Desember 2021 lalu, ayah empat orang anak ini berhasil membawa pulang uang sebesar Rp 10 juta dalam sebulan.

Kendati persaingan usaha speedoat semakin berat, Matius mengatakan akan terus menggeluti pekerjaan yang menghidupi keluarganya dalam 10 tahun terakhir, warga Desa Long Peso ini mengaku belum berpikir untuk beralih pekerjaan seperti menjadi supir travel.

“Kalau saya engga, karena tidak ahli juga untuk nyetir, lebih senang bawa speedboat,” tuturnya.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved