Berita Daerah Terkini

Bangun Perkemahan di Pulau tak Berpenghuni Berau & Ngaku Warga Malaysia, Manusia Perahu Diamankan

Bangun perkemahan di pulau tak berpenghuni di Kabupaten Berau dan ngaku warga Pulau Semporna Malaysia, manusia perahu diamankan.

HO / Kecamatan Pulau Derawan
Manusia perahu asal Malaysia yang telah diamankan oleh aparat Kecamatan Pulau Derawan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG REDEB - Bangun perkemahan di pulau tak berpenghuni di Kabupaten Berau dan ngaku warga Pulau Semporna Malaysia, manusia perahu diamankan.

15 orang manusia perahu asal pulau Semporna, Malaysia berhasil diamankan petugas bersama aparat kecamatan setelah membangun perkemahan di Pulau Rabu-rabu Kecamatan Pulau Derawan.

Camat Pulau Derawan, Samsuddin membenarkan kejadian tersebut.

Ia menuturkan, dirinya mendapatkan informasi awal dari masyarakat yang melihat ada beberapa tenda yang terpasang di Pulau Rabu-rabu, sejak kemarin.

Baca juga: Hobi Nonton MotoGP, Pembalap Umur 9 Tahun Asal Berau Ikut Open Race Bupati Bulungan Champions 2K22

Manusia perahu asal Malaysia yang telah diamankan oleh aparat Kecamatan Pulau Derawan.
Aparat saat mengamankan manusia perahu asal Malaysia di Kecamatan Pulau Derawan. (HO / Kecamatan Pulau Derawan)

"Dari laporan tersebut kemudian kita cek dan ternyata betul mereka membangun perkemahan untuk bernaung. Untuk diketahui, Pulau Rabu-rabu merupakan salah satu pulau tidak berpenghuni di gugusan Kepulauan Derawan," jelasnya, Selasa (1/2/2022).

Ia menegaskan, pihaknya bersama dengan Dinas Sosial dan Kantor Imigrasi tidak menangkap 15 manusia perahu tersebut, melainkan digunakan untuk selanjutnya akan diantar hingga perbatasan.

15 orang manusia perahu itu terdiri dari empat dewasa, tiga remaja dan delapan anak-anak.

"Ini kesepakatan dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), mereka akan difasilitasi bahan bakar dan diantar hingga perbatasan," tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, hanya ada satu orang yang memiliki kartu identitas.

Dijelaskan Samsuddin, kartu identitas tersebut berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang beralamat di Tarakan.

Namun, setelah diperiksa oleh pihak imigrasi, KTP tersebut dinyatakan tidak sah.

Kemudian langsung ditarik untuk menghindari penyalahgunaan di daerah lain.

"Bukan Warga Negara Indonesia (WNI), dari keterangan mereka asalnya dari Pulau Semporna, Malaysia. Tapi mereka juga tidak memiliki identitas malaysia sehingga kita tidak bisa dideportasi. Kalau kita tahan bisa lama itu karena tidak ada identitas sehingga tidak ada negara yang mau menerima," sambungnya.

Baca juga: Siswi SMA di Sebatik Kabur Dalam Keadaan Hamil, Digrebek Polisi Berau di Kosan Bersama Sang Kekasih

Manusia perahu asal Malaysia yang telah diamankan oleh aparat Kecamatan Pulau Derawan.
Manusia perahu asal Malaysia yang telah diamankan oleh aparat Kecamatan Pulau Derawan. (hoHO / Kecamatan Pulau Derawan)

Ia menambahkan, tujuan mereka adalah mencari ikan untuk kemudian dijual.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved