Berita Islami

Agar Tercipta Keluarga Sakinah dan Bijak Menghadapi Ujian, Teladani Sikap Sahabat Rasulullah Ini

Berikut sikap sahabat Rasululullah SAW yang bisa dijadikan teladan dalam menghadapi ujian dalam keluarga.

Freepik
Ilustrasi pernikahan. 

TRIBUNKALTARA.COM - Berikut sikap sahabat Rasululullah SAW yang bisa dijadikan teladan dalam menghadapi ujian dalam keluarga.

Memang, umumnya kehidupan keluarga tidak terlepas dari ujian. Hampir jarang sekali ada keluarga yang bebas dari ujian hidup.

Namun demikian yang paling penting adalah bagaimana masing-masing pasangan suami istri menyikapi ujian tersebut, sehingga hubungan antara keduanya tetap dalam suasana sakinah, mawaddah, wa rahmah, dalam kondisi apapun.

Fragmen kehidupan sepasang suami istri sahabat Nabi saw berikut—sebagaimana dihikayatkan oleh Syekh Abddurahman bin Abdissalam as-Shafuri (wafat 894 H/1489 M), sejarawan berdarah Yordania—adalah teladannya.

Dikutip dari situs Nahldlatul Ulama nu.or.id, konon kehidupan sepasang suami istri dari generasi sahabat ini sangat nyaman. Nyaris tidak ada masalah apapun dalam keluarga mereka.

Baca juga: Sebelum Menikah, Islam Tekankan Kesiapan Fisik, Mental, dan Ekonomi

Suatu malam, suami meminta istrinya untuk mengambil minuman. Setelah istri bergegas mengambilkannya, ia temukan suami sudah tidur sangat nyenyak. Sebagai istri shalihah, ia tetap berdiri di dekat kepala suami, menunggunya hingga pagi hari.

Suami kaget dan keheranan, saat bangun ternyata si Istri masih berdiri di sisi kepalanya. “Udah kamu ingin minta apa?” ucapnya secara spontan. Di luar dugaan si istri menginginkan permintaan yang di luar nalar. “Ceraikan aku,” tegasnya.

Mendengar permintaan gugat cerai itu tentu si suami tercengang dan enggan menurutinya. Namun si istri bersikeras meminta cerai.

“Bila kamu mau membalas kebaikanku, maka ceraikan aku,” katanya. Kemudian mereka sepakat untuk mengadukan kasus ini kepada Nabi saw, dan berangkatlah mereka untuk menghadapnya.

Di tengah jalan, belum juga sampai ke tempat Rasulullah SAW, suaminya tersandung dan kakinya pecah berdarah. Melihat kondisi suaminya, muncul pikiran lain dari si istri.

Baca juga: Tuntunan Memilih Pasangan dalam Islam, Rasulullah Menganjurkan Nikahi yang Baik Agamanya

“Sekarang pulang saja, tidak ada alasan lagi bagiku untuk menggugat cerai kepadamu. Sebab kamu pernah berkata kepadaku, dari Nabi saw, bahwa beliau bersabda, ‘Siapa saja yang Allah kehendaki mendapatkan kebaikan, maka Allah akan memberi ujian kepadanya.’ Selama hidup setahun bersamamu hampir kamu tidak mendapatkan ujian hidup apapun, maka kuduga pasti Allah ta’ala tidak mencintaimu. Sekarang ketika kamu mendapat ujian tersandung di jalan ini, aku sadar bahw Allah benar-benar mencintaimu,” tukas si istri penuh keyakinan. (Abdurrahman bin Abdissalam as-Shafuri, Nuzhatul Majâlis wa Muntakhabun Nafâ-is, [Beirut, Dârul Kutubil ‘Ilmiyyah], halaman 100).

Hadits yang dimaksud istri sahabat itu secara lengkap adalah hadits shahih sebagaimana berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم: مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْراً يُصِبْ مِنْهُ. رواه البخاري

Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah SAW bersabda: ‘Siapa saja yang Allah kehendaki mendapatkan kebaikan maka Allah akan memberinya ujian’.” (HR Al-Bukhari).

Dari sepenggal kisah pasangan dua sahabat dapat diambil hikmah, dalam menghadapi ujian hidup, utamanya ujian dalam kehidupan berkeluarga, baik ujian ekonomi, kesehatan atau lainnya, sudah semestinya suami istri menghadapinya secara bijak.

Bukan masalah seberapa besar ujian yang menyapa, tapi tentang bagaimana cara menghadapinya.

Ujian bukan mala petaka, namun tanda cinta dari Tuhan terhadap para hamba-Nya.

Sehingga dalam kondisi apapun, keluarga yang dibina dapat menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Keluarga yang tangguh dalam menghadapi segala medan kehidupan. Wallâhu a’lam.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved