Berita Islami

Tanggapi Dakwah Viral Oki Setiana Dewi, Asian Muslim Action Network: KDRT Bukan Aib, Jangan Ditutupi

Ceramah Oki Setiana Dewi yang seolah menormalkan KDRT mengundang protes banyak pihak termasuk Asian Muslim Action Network (AMAN).

Instagram @okisetianadewi
Pendakwah Oki Setiana Dewi - Terbaru kakak Ria Ricis ini ramai diperbincangkan lantaran ceramahnya yang dianggap menormalisasi KDRT, anggota DPR RI Ninik Wafiroh pun ikut berkomentar. 

TRIBUNKALTARA.COM - Tanggapi Dakwah Viral Oki Setiana Dewi, Asian Muslim Action Network: KDRT Bukan Aib, Jangan Ditutupi.

Ceramah Oki Setiana Dewi yang seolah menormalkan KDRT mengundang protes banyak pihak termasuk Asian Muslim Action Network (AMAN).

Dikatakan Direktur Asian Muslim Action Network Dwi Rubiyanti Kholifah, bahwa KDRT bukanlah aib, melainkan tindak kriminal. Tindakan tersebut kontraproduktif dengan visi negara melindungi warganya dari tindak kekerasan.

“Jika dipandang sebagai aib, ini kontraproduktif dengan apa yang sedang dilakukan oleh negara, yakni melindungi korban (mendorong agar korban berani melaporkan kasus kekerasan yang dialami, dan mendapatkan pemulihan),” katanya dikutip dari situs Nahdlatul Ulama nu.or.id, Jumat (4/2/2022).

Baca juga: Oki Setiana Dewi Minta Maaf karena Ceramah KDRT, Mamah Dedeh Malah Trending di Twitter, Ada Apa?

Diakui Ruby, nilai sosial dalam masyarakat masih sangat kuat mengontrol pemikiran bahwa masalah dalam keluarga tidak boleh diketahui oleh pihak lain karena akan menimbulkan aib bagi keluarga.

“Kalau dilihat dari sisi Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) maka model ceramah begini, sama dengan menutupi kriminalitas yang terjadi di dalam rumah tangga,” ujar anggota Majelis Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) itu.

Cara pandang seperti itu, lanjut dia, seolah mengajarkan kepada korban dan masyarakat untuk tidak membuka cerita tentang kekerasan yang dialami.

“Faktanya, pemikiran-pemikiran seperti inilah yang menjadi bibit melanggengkan tindak KDRT dan berujung pembiaran,” jelasnya menegaskan. Sementara, menurut Ruby, hakikat rumah tangga adalah bahagia dan saling membahagiakan. Kedua hal itu hanya akan terwujud bila dilakukan bersama-sama.

Baca juga: Imbas Video Ceramah Oki Setiana Dewi soal KDRT dan Aib Rumah Tangga, Kakak Ria Ricis Banjir Kritikan

Sementara, menurut Ruby, hakikat rumah tangga adalah bahagia dan saling membahagiakan. Kedua hal itu hanya akan terwujud bila dilakukan bersama-sama.

Pernyataan di atas, selaras dengan bunyi UU Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, keutuhan dan kerukunan rumah tangga yang bahagia, aman, tenteram, dan damai merupakan dambaan setiap orang.

Dengan demikian, setiap orang yang rumah tangga dalam melaksanakan hak dan kewajiban harus didasari oleh agama.

Penting diketahui, Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat, selama 17 tahun, yaitu sepanjang 2004-2021 ada 544.452 kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau ranah personal.

Kasus-kasus yang tercatat itu meliputi kekerasan terhadap istri (KTI), kekerasan terhadap anak perempuan (KTAP) khususnya inses.

Baca juga: Anggota DPR RI Ninik Wafiroh Kecam Ceramah Oki Setiana Dewi Soal KDRT: Tidak Berperikemanusiaan

Ada juga dalam bentuk kekerasan terhadap pekerja rumah tangga (PRT), kekerasan dalam pacaran (KDP), kekerasan relasi personal lainnya, kekerasan mantan pacar (KMP), dan kekerasan mantan suami (KMP).

Kekerasan terhadap istri selalu menempati urutan pertama dari keseluruhan kasus KDRT/RP dan selalu berada di atas angka 70 persen.

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved