Prakiraan Cuaca

Waspada Cuaca Ekstrem Berpotensi di 28 Daerah Indonesia, Peringatan Dini BMKG, Termasuk Kaltara

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di 28 titik daerah Indonesia, termasuk Kaltara

Editor: Hajrah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
Ilustrasi, Hujan petir pada sore hari di Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu. Peringatan Dini Harini Cuaca Ekstrim landa 28 daerah di Indonesia termasuk Kaltara 

TRIBUNKALTARA.COM- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di 28 titik daerah Indonesia.

Termasuk Kaltara akan mengalami hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Selain Kaltara, daerah lain seperti Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta hingga Jawa Timur yang patut waspada.

Cuaca Ekstrem berarti kondisi iklim yang tidak biasa dan dapat mengganggu ekosistem alam.

Penyebab cuaca ekstrem umumnya dipicu bertiupnya angin di Benua Asia menuju Benua Australia yang kemudian disebut Monsun Asia.

Beberapa gambaran dari peristiwa cuaca ekstrem diantaranya hujan lebat, tornado, banjir, dan gelombang panas.

Namun ada juga yang sifatnya jangka panjang seperti kekeringan dan kebakaran hutan di tengah musim kemarau.

Baca juga: Sistem Layanan Cuaca Maritim ‘INA-WIS’ Kini Bisa Diakses, Nelayan Bisa Deteksi Lokasi Ikan di Lautan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, Minggu (6/2/2022).

BMKG juga memberikan peta sebaran gambaran potensi gelombang tinggi untuk beberapa perairan di Indonesia.

Dilansir TribunWow.com dari BMKG, berikut rincian peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia:

BMKG menyebutkan, pusat tekanan rendah terpantau di perairan sebelah barat Australia yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang, dari perairan sebelah barat Sumatera Barat hingga Sumatera Selatan dan di perairan sebelah selatan Jawa Tengah.

Sirkulasi siklonik juga terpantau di Samudera Hindia sebelah barat daya-selatan Banten yang membentuk konvergensi memanjang di perairan sebelah barat daya Lampung.

Kedua pola siklonik ini mampu menginduksi kecepatan angin di sekitarnya meningkat (low level jet) hingga mencapai >25kt yaitu di perairan sebelah barat Lampung hingga selatan Jawa Barat.

Sirkulasi siklonik lainnya juga terpantau di utara Kalimantan Barat.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved