Breaking News:

Polemik JHT

Di Tengah Polemik Aturan Baru JHT, BPJS Ketenagakerjaan Target Himpun Dana Rp 1.000 Triliun 2024

Di tengah polemik aturan baru JHT, BP Jamsostek membeberkan target penghimpunan dana kelolaan hingga Rp 1.000 triliun.

HO/BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan 

TRIBUNKALTARA.COM - Di tengah polemik aturan baru JHT, BP Jamsostek membeberkan target penghimpunan dana kelolaan hingga Rp 1.000 triliun.

Dikutip dari Kontan.co.id, target tersebut disampaikan Direktur Utama BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo dalam meeting dengan beberapa media pada Jumat (18/2/2022).

Penghimpunan dana dengan nilai Rp 1.000 triliun tersebut dibidik mampu dicapai BP Jamsostek 2 tahun dari sekarang yaitu 2024.

Target BP Jamsostek atau BPJS Ketenagakerjaan tersebut diurai di tengah kontroversi aturan baru JHT.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah mengeluarkan aturan baru bahwa Jaminan Hari Tua atau JHT yang dikelola BP Jamsostek baru dapat cair apabila peserta mencapai usia 56 tahun.

Aturan tersebut tertuang dalam Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat JHT.

Permenaker terbaru yang mengatur pencairan JHT di usia 56 tahun akan mulai berlaku terhitung 3 bulan sejak aturan itu diundangkan.

Aturan tersebut telah ditandatangani oleh Menaker Ida Fauziyah pada tanggal 2 Februari 2022. Sehingga merujuk aturan tersebut maka Permenaker akan berlaku mulai Mei 2022.

Keputusan ini tak hanya menyoroti Kemenaker sebagai regulator, tapi juga BP Jamsostek sebagai penyelenggara.

Anggota DPR RI dari Partai Gerindra Obon Tabroni pun mempertanyakan mengenai aturan baru JHT ini yang menurutnya diputuskan tiba-tiba.

“Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba aturannya diubah. Ini justru menimbulkan pertanyaan bagi publik. Ada apa dengan Menaker dan BP Jamsostek?" pungkas Obon Tabroni.

Optimis himpun dana Rp 1.000 griliun

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP Jamsostek) memperkirakan, dana kelolaan invetasinya bakal mencapai Rp 1.000 triliun pada tahun 2024.

Ini lantaran saban bulan, BP Jamsostek menerima premi dari tenaga kerja Rp 6 triliun-Rp 7 triliun.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved