Berita Bulungan Terkini

Sekolah SD & SMP di 3 Kecamatan Kabupaten Bulungan Diperbolehkan PTM 100 Persen, Ini Alasannya

Mulai hari ini, Selasa (22/2/2022) sekolah tingkat SD dan SMP di 3 kecamatan yakni, Peso, Peso Hilir dan Tanjung Palas Tengah bole PTM 100 persen.

TRIBUNKALTARA.COM/ GEORGIE SENTANA HASIAN SILALAHI
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bulungan Suparmin Setto 

TRIBUNKALTARA.COM, BULUNGAN - Mulai hari ini, Selasa (22/2/2022) sekolah tingkat SD dan SMP di tiga kecamatan yakni, Peso, Peso Hilir dan Tanjung Palas Tengah diperboiehkan melaksanakan PTM 100 persen

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulungan Suparmin Setto mengatakan, alasan diperbolehkan PTM 100 persen merujuk pada Hasil rapat koordinasi pihaknya dengan Kemenag Bulungan dan Kepala Sekolah tingkat PAUD sampai SMP tentang pencegahan laju penyebaran Covid-19 di Satuan Pendidikan.

"3 kecamatan itukan masih zero. Sehingga kita berikan status boleh PTM 100 persen dan kami sudah melihat spot sekolah tersebut jauh dari tingkat interaksi masyarkat tinggi," ungkapnya.

Baca juga: PTM 100 Persen Dilanjutkan, Kepala Disdikbud Teguh Henri Sebut Kaltara Masih Aman

Tak hanya itu, selama bulan Februari Suparmin Setto menyebutkan ada lebih dari 10 pelajar dari tingkat SD-SMA telah terpapar Covid-19.

"Tapi ya itu menyebar dari beberapa tingkatan ada yang kena anak SD, PAUD sampai SMA, terpaparnya dari kluster keluarga selama bulan Februari terkonfirmasi Covid-19, ya ada 10 orang lebih," ucapnya.

Baca juga: Sebelum PTM 100 Persen di Tarakan, Sekolah Lakukan Observasi dan Terapkan Sistem Dua Shift

Lebih lanjut, Suparmin Setto juga menceritakan ada 7 kecamatan akan melakukan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) yang harus dilaksanakan pada semua jenjang pendidikan PAUD sampai SMP selama 7 hari terhitung sejak 22 Februari sampai 28 Februari.

"Dari 22-27 Februari ada 7 Kecamatan Tanjung Selor, Tanjung Palas, Tanjung Palas Utara, Tanjung Palas Timur, Tanjung Palas Barat, Sekatak, Bunyu, bisa belajar dari rumah atau BDR dengan metode daring," ucapnya.

Siswa SMAN 1 Tanjung Palas Barat, Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Bulungan saat mengikuti kegiatan PTM terbatas pada November 2021, sekolah yang berada di wilayah hulu Sungai Kayan ini tidak dapat melaksanakan belajar daring karena kendala jaringan internet (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI)
Siswa SMAN 1 Tanjung Palas Barat, Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Bulungan saat mengikuti kegiatan PTM terbatas pada November 2021, sekolah yang berada di wilayah hulu Sungai Kayan ini tidak dapat melaksanakan belajar daring karena kendala jaringan internet (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI) (TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI)

Tetapi kata Suparmin Setto, kalau sekolah dari tingkat PAUD sampai SMP di 7 Kecamatan itu tidak punya akses jaringan internet yang mendukung dan mampu menjalankan sistem belajar tentatif dengan luring, juga dipersilahkan.

"Tapi siswa yang tidak mempunyai peralatan memadai untuk kegiatan belajar daring, harus luring secara tentatif, sekolah harus bisa memfasilitasi hal tersebut, tidak boleh ada anak yang dirugikan," jelasnya.

Baca juga: Ada Staf Terpapar Covid-19 , Perkuliahan di UBT Dilakukan Secara Daring, Sempat Satu Bulan PTM 

Setelah pembelajaran daring di 7 kecamatan sudah terealisasi, tanggal 29 Februari 2022, Suparmin akan lakukan evaluasi hasil metode tersebut dengan pihak kepala sekolah bersangkutan.

"Yang kita takutkan jangan sampai terjadi ada kluster di dalam satuan pendidikan tersebut, cara kami tetap sama berkoordinasi dengan dinkes, puskesmas, satgas covid-19 setempat untuk lakukan 3T, bila positif dan negatif data tersebut bisa dilaporkan ke dinas pendidikan," ucapnya.

(*)

Penulis : Georgie Sentana Hasian Silalahi

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved