Berita Malinau Terkini

Usulan Normalisasi Sungai Malinau, Nelayan Minta Diberdayakan Bersihkan Limbah Kayu

Pemerintah Kabupaten Malinau mengajukan rencana normalisasi sungai sebagai upaya pencegahan kecelakaan moda transportasi air.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI
i Limbah kayu di sepanjang aliran Sungai Malinau dari Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pemerintah Kabupaten Malinau mengajukan rencana normalisasi sungai sebagai upaya pencegahan kecelakaan moda transportasi air.

Bupati Malinau, Wempi W Mawa menerangkan usulan tersebut disampaikan untuk mengurangi limbah kayu, khususnya di Sungai Malinau.

"Dari Pemkab Malinau mengusulkan normalisasi sungai dari limbah kayu. Ini penting untuk mencegah potensi kecelakaan bagi masyarakat yang bepergian ke Kota Tarakan atau Nunukan," ungkapnya.

Baca juga: Fokus Kurangi Titik Banjir, Wali Kota Tarakan Rencana Perlebar Drainase dan Normalisasi Sungai

Program normalisasi Sungai Malinau tersebut diajukan oleh pemerintah kabupaten dalam Konsultasi Publik virtual RPJMD Kaltara 2023 kemarin.

Menurutnya, normalisasi sungai merupakan upaya mitigasi potensi kecelakaan laut dan sungai serta mengantisipasi gangguan jalur aktivitas ekonomi masyarakat di Malinau.

Baca juga: Mitigasi Bencana Banjir, Wakil Bupati Malinau Jakaria Usul Normalisasi Sungai di Musrenbang Kaltara

"Normalisasi sungai diusulkan agar limbah kayu tidak menumpuk. Dikhawatirkan dapat berdampak terhadap transportasi orang atau barang. Yang dikhawtirkan juga berpotensi meningkatnya tarif mobilisasi orang dan barang," katanya.

Nelayan di Malinau Utara, Samir menyampaikan usuluan normalisasi sungai tersebut dinilai sangat penting, sebab limbah kayu sangat berbahaya bagi pelaku transportasi sungai.

i

Limbah kayu di sepanjang aliran Sungai Malinau dari Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu
i Limbah kayu di sepanjang aliran Sungai Malinau dari Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu (TRIBUNKALTARA.COM/ MOHAMMAD SUPRI)

"Biasanya kalau habis hujan, kayu dari atas turun semua ke sungai. Itu nyangkut di jembatan besi. Pas air pasang, kayunya tinggal di jalur speedboat," ujarnya, Selasa (22/2/2022).

Jika usulan program normalisasi sungai yang menjadi wewenang Pemprov Kaltara tersebut diterima, ia berharap nelayan dan masyarakat pesisir dapat dilibatkan.

Baca juga: Musrenbang Kaltara, Wakil Bupati Malinau Usulkan Normalisasi Sungai, Upaya Penanggulangan Banjir

"Kalau program kan ada anggaran. Bagus juga nelayan atau warga diberdayakan. Biaya pembersihan tidak perlu berat-berat. Secara tidak langsung juga limbah kayu ini bisa dimanfaatkan sama warga," katanya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved