Berita Tana Tidung Terkini

Kasus Covid-19 di KTT Meningkat, Kepala SMPN 6 Tana Tidung Sebut Akan Laksanakan BDR Jika ini

Lonjakan kasus Covid-19 di Tana Tidung meningkat, Kepala SMPN 6 KTT sebut akan laksanakan BDR jika siswa terpapar Covid-19.

Penulis: Risnawati | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM / RISNA
Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Tana Tidung, Yulius Desti. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Lonjakan kasus Covid-19 di Tana Tidung meningkat, Kepala SMPN 6 KTT sebut akan laksanakan BDR jika siswa terpapar Covid-19.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Tana Tidung akan laksanakan balajar dari rumah atau BDR, jika ditemukan kasus Covid-19 pada siswa.

Hal itu, diutarakan Kepala SMP Negeri 6 Tana Tidung, Yulius Desti kepada TribunKaltara.com, Rabu (23/2/2022).

Baca juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Kabupaten Tana Tidung Meningkat, Dinkes KTT: 9 Sekolah Terpapar Corona

Dia menyampaikan, jika dalam satu rombongan belajar atau rombel terdapat siswa yang menunjukkan gejala Covid-19, pihaknya akan melaksanakan BDR selama 5 hari.

"Kita mengacu surat edaran 4 Menteri. Kalau ada anak-anak di 1 kelas menunjukkan gejala pilek batuk. Kita tidak mau mengambil resiko, jadi 1 kelas itu BDRkan 5 x 24 jam," ujarnya

Lebih lanjut dia sampaikan, jika siswa tersebut dinyatakan positif Covid-19 dan positify rate di atas 5 persen. Pihaknya akan berlakukan BDR selama 12 hari.

Kalau sudah di atas 5 persen positify ratenya, 1 sekolah BDR. Tapi kalau di bawah 5 persen, 1 kelas itu saja yang BDR.

Yang lain tetap belajar di sekolah. Tapi tetap dengan protokol kesehatan yang ketat," jelasnya.

Terlait BDR, dia sampaikan, pihaknya belum alami kendala jaringan. Hanya saja, terkendala difasilitas penunjang siswa.

Dia menyampaikan, kebanyakan siswa belum memiliki fasilitas penunjang seperti HP ataupun Laptop.

Baca juga: Soal Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid & Musala, Ini Tanggapan PD Muhammadiyah KTT

"Kalau di Tideng Pale, kendala jaringan itu tidak. Kendalanya itu difasilitas siswa-siswanya.

Tidak semua anak itu punya HP. Ada yang punya, tapi paketnya ndak ada," terangnya.

Untuk mengatasi hal itu, siswa yang tidak memiliki fasilitas penunjang saat melaksakan BDR, akan diberikan modul cetak sebagai bahan belajar.

Penulis: Risna

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved